Advertisement

PELNI didirikan pada 30 April 1952 dengan harapan agar pemerintah Indonesia dapat menyelenggarakan pelayaran angkutan penumpang dan barang secara mandiri, tidak tergantung dari pelayaran swacta asing seperti KPM. Perlu diketahui bahwa ketika itu KPM masih beroperasi dengan lancar di Indonesia karena semua perusahaan Belanda dilindungi oleh kesepakatan Konferensi Meja Bundar antara Indonesia-Belanda tahun 1949. PELNI dibentuk dengan modal awal dari pemerintah sebanyak Rp. 200 juta dengan 500-an pegawai dan 6 buah kapal diesel dengan masing-masing bobot mati 4.800 ton. Pada 1955 PELNI memiliki 44 kapal berbanding KPM yang memiliki 98 kapal.

Sementara itu, sejak 1956 telah terjadi krisis diplomatik antara IndonesiaBelanda akibat perebutan Irian Barat. Pada tahun itu pemerintah Indonesia membatalkan secara sepihak perjanjian Konferensi Meja Bundar sehingga posisi perusahaan-perusahaan asing milik Belanda terancam dinasionalisasi. Pada saat itu banyak perusahaan Belanda yang kemudian dijual kepada perusahaan milik orang Cina. Sementara itu, KPM juga bernegosiasi agar tidak diambil alih oleh pemerintah Indonesia dengan pembagian saham 50:50 seperti usulan KPM, sedangkan pihak Indonesia meminta 51% untuk Indonesia dan 49% untuk KPM. Namun usaha kerja sama ini belum mencapai kesepakatan ketika pada 2 Desember 1957 para pekerja KPM asal Indonesia mengambil alih kantor pusat KPM di Jakarta. Pimpinan KPM, De Geus mengirimkan radiogram kepada seluruh kapal KPM untuk berlayar menuju pelabuhan-pelabuhan di luar Indonesia agar terhindar dari penyitaan. Secara resmi tanggal 6 Desember 1957 pemerintah Indonesia mengambilalih KPM dan mengintegrasikan 10.000 karyawan eks KPM ke dalam PELNI tanpa satu kapal pun milik KPM yang disita.

Advertisement

Hal tersebut menimbulkan masalah besar karena dengan 85 kapal armada KPM waktu itu merupakan tulang punggung pelayaran nasional dengan total daya angkut penumpang dan barang sebanyak 70%. PELNI kemudian terpaksa mela-kukan pembelian kapal bekas sebanyak 13 buah pada 1958. Bahkan kapalkapal asing diizinkan beroperasi di Indonesia untuk mengisi kekurangan armada kapal. Hingga 1962 PELNI kemudian memiliki 75 armada kapal dengan kapasitas bobot mati 132.134 ton, sementara perusahaan pelayaran swasta memiliki kapal dengan tonase 113.000 ton.

Incoming search terms:

  • arti PELNI
  • arti PLNI
  • PLNI Artinya
  • Arti kapal pelni
  • pengertian kapan pelni

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • arti PELNI
  • arti PLNI
  • PLNI Artinya
  • Arti kapal pelni
  • pengertian kapan pelni