Advertisement

Mengkategorikan Orang Diskriminasi Antar-Kelompok. Menguraikan persepsi manusia dengan dua unsur yang mendominasi. Pertama, ialah proses pembentukan kesan yang bersifat mekanis. Kedua, ialah bahwa proses yang didominasi perasaan atau evaluasi, dan bukan oleh pikiran atau pemahaman. Meskipun terdapat nilai besar dalam kedua asumsi tersebut, tetapi keduanya telah menyederhanakan prosesnya. Kita tidak begitu saja menerima salinan harfiah lingkungan hanya melalui pengamatan atas manusia atau benda. Setiap penggal informasi dipandang sebagai aspek dari keseluruhan, dan bukan semata-mata sebagai unsur tersendiri tertentu yang harus dipukulratakan menjadi kesan menyeluruh.

Meskipun fokus evaluasi merupakan pusat pembentukan kesan, namun ia juga tidak lengkap. Fokus yang ditujukan kepada evaluasi tersebut telah mengabaikan mekanisme pem-rosesan’ kognitif. Manusia memang memiliki kemampuan besar untuk memroses informasi dibandingkan dengan binatang, tetapi sifatnya terbatas. Kita hanya dapat menyerap jumlah rangsangan yang ditujukan pada diri kita secara terbatas setiap menitnya; dan jika kita harus melupakannya, hal itu tidak dapat kita lakukan secepat kilat. Jadi, setiap analisis terhadap persepsi manusia dimulai dengan memahami kemampuan pemrosesan yang terbatas dalam diri kita.

Advertisement

Mungkin kita dianggap pengamat yang malas (McGuire, 1969), atau yang agak lebih murah hati sebagai si kikir kognitif (Taylor, 1981 a). Jika kita mengamati orang lain, kita mencoba untuk mengambil jalan pintas dan enggan bersusah-payah. Kita tidak berusaha mengamati atau mengingat segala segi informasi yang paling kecil; yang kita lakukan hanyalah apa yang perlu untuk memperoleh kesan yang jelas tentang apa yang sedang terjadi.

Pemberian tekanan kepada proses kognitif merupakan salah satu pendekatan utama dalam psikologi sosial. Dalam konteks persepsi manusia, hal ini dinamakan kognisi sosial ‘ atau pemahaman sosial, karena ia menelaah berbagai proses kognitif yang difokuskan pada stimuli sosial, terutama terhadap perorangan dan kelompok. Yang menjadi inti pendekatan pemahaman sosial ialah pandangan bahwa persepsi manusia merupakan proses kognitif, yaitu: Orang merupakan pengamat yang mengorganisasi secara aktif, jadi bukan sekedar kotak yang pasif; mereka dimotivasikan kebutuhan untuk mengembangkan kesan yang terpadu dan berarti, bukan sekadar rasa suka atau benci.

Dan kemampuan pemrosesan kita yang terbatas membuat kita menggunakan serangkaian jalan pintas kognitif. Hal ini dapat menghasilkan ketidakefisienan dalam pemrosesan, tetapi juga dapat menghasilkan prasangka dan kekeliruan. Pendekatan pemahaman sosial merupakan tambahan bagi proses lebih mekanis serta lebih sederhana yang sudah dibicarakan lebih dahulu. Dalam pendekatan itu dipertanyakan tentang apa lagi yang sedang terjadi di samping penilaian rasa suka dan benci.

Di sini kita akan membicarakan empat gagasan umum yang sudah dikembangkan dalam riset pemahaman sosial, dimulai dari yang paling sederhana.

(1) Memroses informasi tentang orang, termasuk pengamatan atas beberapa arti yang melekat pada objek yang memberikan stimulus tersebut. Seperti sudah kita lihat dalam bab sebelumnya, dorongan utama pada pendekatan kognitif adalah menemukan pengecualian atas prinsip penyamarataan sederhana yang mencerminkan pemrosesan kognitif lebih rumit.

(2) Para pengamat cenderung memberikan perhatian khusus kepada bagian paling menonjol di bidang yang diamati, dan bukan kepada segala sesuatu. Maksudnya, bagian yang menarik pada orang, sifat menarik dari : orang tertentu, lebih banyak mendapat perhatian daripada latar belakangnya. Jika hari hujan, perhatian kira lebih tercurah kepada pak polisi yang berdiri di tengah perempatan jalan, karena dia mengenakan mantel hujan berwarna oranye manyala sedangkan warna-warna lain di sekitar perempatan tersebut kelihatan suram. Dan perhatian kita lebih tercurah kepada mantel hujannya daripada kepada wajah atau sepatunya.

(3) Kita menyusun bidang perseptual dengan mengkategorisasikan stimuli. Tentu saja segala sesuatu yang kita lihat, dengar, cium, atau rasakan agak berbeda satu sama lain dalam jenisnya, walaupun dalam penglihatan tidak demikian. Kita cenderung melihat setiap stimulus sebagai bagian kategori; Porsche sebagai mobil, yang memakai jas lab sebagai dokter, dan gerakan kaki sebagai tendangan, meskipun masing-masing memiliki bagian menonjol yang membuatnya berbeda dari mobil lain, dokter lain, atau tendangan lain.

(4) Kita melihat stimuli sebagai bagian dari struktur. Masing-masing stimulus cenderung mempunyai hubungan dengan stimulus lainnya menurut waktu, ruang, dan arus sebab-akibat. Kita melihat pemain ski yang meluncur ke bawah sebagai bagian dari konteks lebih luas: Orang tersebut turut dalam pertandingan ski, jadi dia mulai meluncur ketika pemberi aba-aba memerintahkannya; dia meluncur di antara bendera-bendera menuju ke bawah pegunungan; dan dia berhenti ketika sudah mencapai garis finish. Yang kita lihat secara harfiah ialah pemain ski-wanita yang sedang meluncur, akan tetapi, itu hanya bagian dari struktur kognitif yang jauh lebih rumit lagi, termasuk pengetahuan kita tentang peraturan perlombaan slalom dan kesan kita atas keanggunan, ketangkasan dan kekuatannya. Dengan kata lain, kita secara spontan mencocokkan stimulus individualnya ke dalam struktur pengetahuan yang lebih luas.

Incoming search terms:

  • pemahaman sosial
  • pengertian pemahaman sosial
  • pemahaman sosial adalah
  • makalah pemahaman sosial
  • pemahaman sosial dalam psikologi sosial
  • materi pemahaman sosial
  • makalah psikologi sosial tentang pemahaman sosial
  • arti kognisi sosial konteks sosial
  • apa yg di maksud dengan pemahaman sosial
  • Yang dimaksud pemahaman sosial

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pemahaman sosial
  • pengertian pemahaman sosial
  • pemahaman sosial adalah
  • makalah pemahaman sosial
  • pemahaman sosial dalam psikologi sosial
  • materi pemahaman sosial
  • makalah psikologi sosial tentang pemahaman sosial
  • arti kognisi sosial konteks sosial
  • apa yg di maksud dengan pemahaman sosial
  • Yang dimaksud pemahaman sosial