Advertisement

PENGERTIAN PEMAPARAN BUDAYA SPIRITUAL – Di Indonesia untuk pertama kali dilakukan dalam lingkungan tugas Direktorat Pembinaan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan merupakan kegiatan lanjutan dari tugas inventarisasi kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pemaparan budaya spiritual bertujuan untuk lebih memahami segi ajaran, tata cara ritual serta pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari dalam berbagai organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Hal itu dilakukan melalui penuturan lisan, penyajian tulisan dan visualisasi penghayatan serta kasus pengamalannya.

Dalam pemaparan budaya spiritual diperhatikan empat batasan pokok, yaitu (1) adanya ketentuan eksistensi dan identitas kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam GBHN; (2) makna budaya spiritual sebagai alat monitor dan kendali terhadap luapan budaya mental-sensual-fisik; (3) tingkat kedewasaan dan kesiagaan pemapar dalam menghayati dan melaksanakan tugas di hadapan sidang pemirsa; (4) tingkat kedewasaan dan kesiagaan sidang pemirsa dalam mengikuti dan meresapi pemaparan budaya spiritual.

Advertisement

Budaya spiritual adalah perwujudan olah batin yang hanya dapat dikomunikasikan melalui dialog simbol. Memaparkan budaya spiritual berarti berdialog dengan dunia realistik melalui ekspresi simbol yang masih hidup agar dapat dipahami dan akrab dengan lingkungannya. Dengan demikian terpapar budaya spiritual yang hidup hingga selalu aktual.

Hasil pemaparan budaya spiritual dapat dituangkan dalam dua kategori penulisan, yaitu deskripsi spiritualitas dan filsafat. Spiritualitas mencakup segala pengamalan religius para penghayat beserta tata cara rohaninya, sedangkan filsafat mencakup persepsi dan nilai yang diungkapkan para penghayat mengenai dunia dan kehidupannya.

Dari pemaparan budaya spiritual yang diadakan sejak tahun 1985 terpetik tujuh kategori pengertian kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yajtu (1) tidak merupakan agama dan tidak mengarah kepada pembentukan agama; (2) bukan filsafat dalam arti produk olah pikir; (3) tidak bersifat tertutup dan memungkinkan akulturasi; (4) membuka ruang dan kesempatan untuk menghayati pengalaman kosmis; (5) membuka kemungkinan bagi usaha untuk memahami identitas kepercayaan secara penalaran; (6) mempraktikkan mawas diri dan tenggang rasa; (7) selaras dengan penghayatan dan pengamalan Pancasila.

Dari pemaparan budaya spiritual dapat diketahui keutuhan pola dasar laku dan praktik hidup yang meliput aspek psikis/mental, aspek etis/moral dari aspek spiritual/kerohanian.

Tugas pemaparan dilakukan para pamong budaya spiritual, yakni mereka yang dapat memberi animasi menggerakkan dan menggugah perhatian masyarakat mengenai keharusan melestarikan dan mengembangkan kebudayaan spiritual.

Incoming search terms:

  • kebudayaan spiritual
  • budaya spiritual
  • Pengertian kebudayaan spiritual
  • contoh kebudayaan spiritual
  • pengertian lingkungan budaya dan spiritual
  • pengertian bentuk budaya yang bersifat spiritual
  • berikut contoh dari krbudayaan yg bersifat spiritual
  • aspek budaya spiritualisme
  • pengertian sepiritual
  • apa yg dimaksud dengan pemaparan

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • kebudayaan spiritual
  • budaya spiritual
  • Pengertian kebudayaan spiritual
  • contoh kebudayaan spiritual
  • pengertian lingkungan budaya dan spiritual
  • pengertian bentuk budaya yang bersifat spiritual
  • berikut contoh dari krbudayaan yg bersifat spiritual
  • aspek budaya spiritualisme
  • pengertian sepiritual
  • apa yg dimaksud dengan pemaparan