Advertisement

Setelah pengeringan ladang dinilai cukup, ladang segera dibakar dengan peralatan yang biasa dipakai yaitu kulit kayu yang diikat dengan rotan dan ujungnya dihancurkan untuk dibakar atau disulut dengan api. Selanjutnya pembakaran dilakukan terhadap pohon-pohon yang ada di lahan tersebut, yang harus dikerjakan oleh pemilik ladang dan tidak boleh oleh orang lain. Jika dilakukan oleh orang lain, si pemilik dapat dianggap melakukan pelanggaran dan biasanya akan terjadi sesuatu terhadap ladangnya atau terhadap kesehatan dari pemiliknya, dan oleh karena itu harus diupacarakan untuk mengembalikan kesuciannya kembali.

Sebelum membakar ladang, pemilik ladang harus memeriksa tepian ladang yang berbatasan dengan hutan dengan maksud untuk melihat kemungkinan apakah api pembakaran ladang akan merambat keluar batas. Untuk itu pemilik ladang terlebih dahulu membuat sebuah jalan selebar 3 m, dan membersihkannya agar daun-daun kering tidak ikut terbakar, sehingga nyala api tidak merambat ke hutan. Setelah pembakaran ladang, peladang mengumpulkan bekas-bekas kayu yang terbakar, dan kemudian dibakar kembali untuk menyuburkan tanah. Demikianlah pembakaran pohon dan semak di ladang dilakukan dalam dua tahap.

Advertisement

Setelah pembakaran kedua itu, ladang langsung ditanami padi, karena jika ditunda, dalam waktu tidak lama ladang akan ditumbuhi lagi dengan berbagai tanaman penutup, dan akibatnya akan menyulitkan penanaman padi di ladang tadah hujan itu.

Incoming search terms:

  • pengertian tanah pembakaran
  • definisi tanah pembakaran
  • pembakaran lahan
  • pengertian tanah bekas pembakaran
  • penjelasan tentang pembakaran lahan

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian tanah pembakaran
  • definisi tanah pembakaran
  • pembakaran lahan
  • pengertian tanah bekas pembakaran
  • penjelasan tentang pembakaran lahan