Advertisement

accelerator / pemercepat, hubungan antara jumlah investasi atau INVESTASI YANG DIDORONG/INDUCED INVESTMENT (investasi bruto dikurangi dengan INVESTASI UNTUK PENGGANTIAN/REPLACEMENT INVESTMENT) DAN TINGKAT PERTUKARAN (RATE OF CHANGE) PENDAPATAN NASIONAL (NATIONAL INCOME). Suatu peningkatan yang cepat dari pendapatan dan pengeluaran untuk konsumsi akan mendorong kapasitas yang ada dan mendorong perusahaan untuk investasi bukan saja untuk menggantikan modal yang ada, yang sudah habis dipakai, tetapi juga investasi di industri dan peralatan yang baru untuk memenuhi permintaan yang meningkat. Untuk ilustrasi yang sederhana, misalkan suatu perusahaan dapat memenuhi permintaan hasil produksinya dengan menggunakan 10 mesin, yang mana setiap tahun salah satu dari mesin tersebut diganti kembali dengan mesin yang baru. Jika permintaan meningkat sebesar 20%, maka diperlukan investasi dua mesin baru untuk mengakomodasi permintaan tersebut sebagai tambahan penggantian kembali satu mesin. Dengan demikian investasi adalah, secara sebagian, fungsi dari perubahan tingkat pendapatan: I = f(AY). Peningkatan investasi yang dirangsang oleh pertambahan pengeluaran untuk konsumsi pada gilirannya akan memberikan peningkatan melalui efek PENGGANDA (MULTIPLIER) dalam meningkatkan pendapatan nasional. Kombinasi pengaruh dari dorongan pemercepat (akselerator) dan pengganda (multiplier) bekerja melalui suatu siklus investasi telah dipergunakan untuk menjelaskan perubahan tingkat kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan SIKLUS BISNIS (BUSINESS CYCLE). Karena tingkat investasi tergantung pada tingkat perubahan dari Produk Nasional Bruto (PNB), apabila PNB meningkat dengan cepat maka investasi akan berada pada tingkat yang tinggi, keadaan ini muncul ketika produsen menambah kapasitas produksi mereka. Investasi yang tinggi ini akan menambah PERMINTAAN AGREGAT (AGGREGATE DEMAND) dan membantu PNB untuk tetap berada dalam tingkat pertumbuhan PNB. Akan tetapi, ketika tingkat pertumbuhan PNB menurun dimulai dari waktu t dan seterusnya, para pelaku bisnis tidak perlu meningkatkan kapasitas dengan kecepatan yang sama, dan investasi akan berkurang hingga mencapai taraf investasi penggantian saja. Tingkat investasi yang rendah ini akan mengurangi permintaan agregat dan selanjutnya akan berkontribusi terhadap turunnya PNB secara bertahap. Sekali PNB berada pada tingkat yang rendah, maka mesin-mesin secara bertahap akan menjadi habis terpakai dan pengusaha akan membutuhkan penggantian beberapa mesin apabila mereka hendak mempertahankan hasil produksi yang cukup untuk mengimbangi tingkat permintaan agregat yang bahkan lebih rendah. Peningkatan dalam tingkat investasi pada waktu tl akan menaikkan permintaan agregat dan mendorong pertumbuhan PNB. Seperti INVESTASI TETAP (FIXED INVESTMENT) , investasi dalam saham-saham (dalam batas tertentu) juga adalah fungsi dari tingkat perubahan pendapatan sehingga dengan demikian INVESTASI PERSEDIAAN (INVENTORY INVESTMENT) tergantung pada pengaruh-pengaruh pemercepat (akselerator) yang sama.

Advertisement
Advertisement