PENGERTIAN PEMILIKAN OLEH PEMIMPIN – Pemilikan oleh pemimpin adalah variasi evolusioner dari pemilikan oleh keluarga besar. Pola ini biasanya terdapat pada masyarakat hortikultura yang lebih intensif, walaupun juga terdapat pada sebagian kecil masyarakat pemburu-perarrtu. Pemilikan oleh pemimpin muncul ketika seorang individu yang kuat — seorang pemimpin — yang merupakan pimpinan keluarga besar, atau seluruh desa, atau jaringan desa-desa yang luas, menyatakan pemilikan pribadi atas tanah yang ada dalam kekuasaannya danberusaha menggusur hak-hak menggunakan tanah pada orang-orang yang hidup diatasnya. Untuk menggunakan tanah, orang-orang ini harus mengikuti batasan-batasan produksi tertentu, seperti menyerahkan sebagian hasil panen mereka kepada pirnpinannya.

Sebenarnya, pemilikan atas semua tanah yang ada (dalam kekuasaannya) oleh seorang pemimpin tidak benar-benar terjadi. Hak pemilikan pemimpin tidaklah “senyata” yang biasa diungkapkan. Masyarakat Kpelle Liberia di Afrika Barat adalah masyarakat hortikultura intensif dengan pola pemilikan oleh pemimpin, namun hak pemilikan pemimpin sangat terbatas. Karena semua orang dalam berhak atas pemanfaatan bagian tanah yang ada, pimpinan keluarga besar tidak dapat menolak membaginya untuk masingmasing pimpinan rumah tangga di keluarga besar tersebut. Sekali tanah itu dipetak-petak, maka ia tetap menjadi milik keluarga besar dan kembali kepada sesepuh wilayah atau “pemiliknya” semula hanya bila keluarga besar tersebut habis sama sekali atau terjadi berbagai peristiwa yang tidak umum. Dengan demikian, walaupun seorang pimpinan kota, sesepuh wilayah, atau kepala knuarga besar, seperti pimpinan tertinggi, dikatakan “pemilik tanah”, masingmasing sebenarnya adalah pengurus, pemegang tanah bagi mereka yang diwakili.

Sebenarnya, dalam situasi sehari-hari, pimpinan rumah tangga yang kepadanya tanah telah dialokasikan juga disebut sebagai pemilik tanah. Dia yang memutuskan bibit apa yang akan ditanam selama waktu tertentu dan berapa bagian dari tanah tersebut yang akan dibiarkan kosong. Kebanyakan ladang dimiliki secara individual oleh para pimpinan rumah tangga dan dikerjakan dengan bantuan kelompok rumah tangga petani atau kelompok yang bekerja bersama. Dengan demikian, waaupun para pemimpin adalah pemilik resmi di kalangan masyarakat Kpelle, kekuasaan para pemimpin tampak sangat terbatas. Karena orang biasa adalah pembuat keputusan harian dalam hal pemanfaatan produktif tanah, maka orang-orang ini adalah juga pemiliknya.

Filed under : Bikers Pintar,