PENGERTIAN PEMIMPIN DAN SPEKTRUM KEPEMIMPINAN ADALAH – Perlu dibedakan antara pemimpin dan kepemimpinan. Pemimpin adalah orang yang memimpin kelompok dua orang atau lebih, baik organisasi maupun keluarga. Sedangkan kepemimpinan adalah kemampuan seorang pemimpin untuk mengendalikan, memimpin, mempengarahi pikiran, perasaan atau tingkah laku orang lain, untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya:

Pemimpin yang melaksanakan pengaturan dalam administrasi disebut administratur. Dalam organisasi, anggotanya bisa sedikit, bisa juga banyak, dan kesemuanya perlu diatur secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan.

Manusia dalam kehidupannya selalu berhubungan dengan kepemimpinan baik langsung maupun tidak langsung. Misalnya: kepemimpinan pemerintahan, tokoh organisasi kemasyarakatan, komandan, panglima maupun pimpinan unit kerja lainnya, baik sebagai pihak yang dipimpin maupun yang memimpin, sesuai dengan tingkatannya dalam status organisasi maupun sosial.

Sekarang timbul pertanyaan apakah tugas seorang pemimpin? Atas kemampuan dan kemauan sendiri, atau menjalankan tugas kepemimpinan sesuai dengan aturan saja?

Tugas pemimpin adalah berbuat agar orang-orang yang dipimpin mau melaksanakan tindakan-tindakan yang menurut pemikirannya harus dilakukan, dan sesuai dengan tujuan organisasi, maupun pemikiran demi organisasi.

Tindakan pemimpin pada tingkat nasional misalnya antara lain mendorong disiplin nasional, kesetiakawanan sosial, menjaga kelestarian alam, hidup sederhana, membuat program gerakan orang tua asuh. Gerakan disiplin dan pada tingkat daerah misalnya dilakukan oleh kepemimpinan H.R. Nuriana untuk memberikan kesejahteraan pada rakyatnya dengan melaksanakan Gerakan rere orang sarumpi, gerakan jumat bersih, gerakan santri Raksa Desa, dan sebagainya.

Tindakan-tindakan kepemimpinan nasional yang pernah dilaksanakan di Indonesia misalnya: menolak kehadiran kembali pemerintahan kolonial Belanda, menolak kehadiran pemerintahan komunis di bumi Indonesia, menolak kelahiran negara Islam Indonesia, membubarkan Partai Komunis Indonesia, dan sebagainya.

Berbagai tindakan nasional yang penting telah dilaksanakan di masa yang telah lampau. Kini berkat tuntunan maupun kepemimpinan masa lampau, Indonesia telah banyak berhasil menciptakan peningkatan kesejahteraan rakyat. Kendati demikian, di sisi lain masih ada kegagalan melakukan tindakan-tindakan yang tepat, dan ini pula berkat tuntunan kepemimpinan yang kurang memadai. Dalam kehidupan yang mendunia ini dapatkah kita mengembangkan suasana dan gaya yang benar-benar sederhana dan efisien dalam kehidupan masyarakat? Inilah persoalan yang harus dijawab oleh pemimpin, baik pemimpin formal inaupun pemimpin informal.

Filed under : Bikers Pintar,