PENGERTIAN PENAHANAN UNTUK PENCEGAHAN DAN MASALAH DALAM MEMPREDIKSI BESARNYA ANCAMAN

83 views

PENGERTIAN PENAHANAN UNTUK PENCEGAHAN DAN MASALAH DALAM MEMPREDIKSI BESARNYA ANCAMAN – Persepsi yang diterima secara luas adalah orang-orang yang sakit mental merupakan pelaku sejumlah besar tindak kekerasan yang terjadi di masyarakat kontemporer, namun hal ini tidak benar. Hanya sekitar 3 persen dari tindak kekerasan di Amerika Serikat yang jelas terkait dengan penyakit mental. Terlebih lagi, sekitar 90 persen orang yang didiagnosis sebagai psikotik (terutama skizofrenik) tidak berperilaku kasar. Orang-orang yang sakit mental—dengan jumlah mereka yang rela tif kecil—bukan pelaku sejumlah besar tindak kekerasan, khususnya bila dibandingkan dengan para penyalahguna zat dan para remaja belasan tahun serta orang-orang yang berusia duapuluhan, berjenis kelamin laki-laki, dan miskin. Memang, sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa para mantan pasien mental yang bukan penyalahguna zat tidak memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan tindak kekerasan dibanding para individu yang tidak sakit mental yang bukan penyalahguna zat. Dengan demikian, jika tidak terjadi penyalahgunaan zat, orang-orang yang sakit mental tidak memiliki kecenderungan lebih besar untuk melakukan tindak kekerasan dibanding rata-rata orang. Juga, bila mantan pasien bertindak secara agresif, tindakan tersebut biasanya dilakukan terhadap anggota keluarga atau teman-teman, dan insiden tersebut cenderung terjadi di rumah (Steadman dkk., 1998). Secara umum, masyarakat umum jarang menjadi sasaran tindak kekerasan dari mantan pasien mental.

Namun dalam pikiran masyarakat terdapat keterkaitan erat antara tindak kekerasan dan penyakit mental, dan keyakinan ini bersifat sentral dalam justifikasi masyarakat atas komitmen sipil serta dalam stigma yang melekat pada orang yang pernah menjadi pasien di institusi psikiatrik. Dan, pada kenyataannya, terdapat beberapa bukti bahwa gangguan mental kadang dapat berkontribusi terhadap kekerasan, cukup besar untuk menjustifikasi tindakan penahanan preventif. Dalam studi yang dilakukan Steadman dkk. (1998), contohnya, penyalahgunaan zat meningkatkan kemungkinan terjadinya perilaku kekerasan lebih pada para pasien mental yang sudah keluar dari rumah sakit dibanding pada kelompok kontrol bukan pasien. Mari kita kaji berbagai isu dan bukti terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *