PENGERTIAN PENCEGAHAN KEKAMBUHAN – Marlatt mengajukan efek pelanggaran pantang (abstinenCe violation effect) sebagai fokus perhatian dalam tergelincir kekam-buhan. Penelitiannya mengenai alkoholisme menyadarkannya pada efek tergelincir yang umumnya negatif, seperti ketika seorang mantan peminum, setelah berhasil berhenti minum dalam satu kurun waktu, minum hingga mengalami stupor setelah minum satu tegukan. Marlatt berpendapat bahwa cara seseorang bereaksi secara kognitif terhadap tergelincir menentukan apakah ia akan mengatasi kemunduran tersebut dan tetap bertahan atau kambuh dan kembali minum berlebihan. Konsekuensi tergelincir diduga akan lebih buruk bila orang mengatribusikannya pada faktor-faktor internal, stabil, dan global yang diyakini tidak dapat dikendalikan—mirip seperti yang diteorikan oleh Abramson, Seligman, dan Teasdal tentang ketidakberdayaan dan depresi. Suatu contoh adalah keyakinan, yang ditanamkan oleh Alcoholics Anonymous, bahwa tergelincir tersebut disebabkan oleh proses penyakit yang tidak dapat dikendalikan yang menguasai orang yang bersangkutan begitu ia mengonsumsi satu teguk minuman. Sebaliknya, diasumsikan bahwa kemungkinan kekambuhan akan lebih kecil jika individu mengatribusikan tergelincir tersebut pada penyebab eksternal, tidak stabil, spesifik, dan terkendali, misalnya peristiwa penuh stres yang terjadi tanpa diduga sebelumnya.

Pada intinya, orang yang bersangkutan didorong untuk memilah antara tergelincir dan kekambuhan. Para terapis perilaku kognitif berupaya meminimalkan efek pelanggaran pan tang dengan mendorong orang yang bersangkutan mengatribusikan tergelincir pada faktor-faktor eksternal, tidak stabil, dan spesifik dan dengan mengajarkan berbagai strategi untuk melakukan coping terhadap berbagai stresor kehidupan. Dengan cara ini diharapkan manfaat yang diperoleh dalam terapi akan bertahan setelah kontak formal dengan terapis berakhir.

Filed under : Bikers Pintar,