Advertisement

Kembali kepada masalah penderitaan, muncul Nietzsche yang memberontak terhadap pernyataan yang berbunyi: “Dalam menghadapi penderitaan itu, manusia merasa kasihan.” Menurut Nietzsche, pernyataan ini tidak benar, penderitaan itu adalah suatu kekurangan vitalitas. Selanjutnya ia berkata, “Sesuatu yang tidak vital dan kuat tidak menderita; oieh karenanya ia dapat hidup terus dan ikut mengembangkan kehidupan semesta aiam. Orang kasihan adalah yang hilang vitalitasnya, rapuh, busuk dan runtuh. Kasihan itu merugikan perkembangan hidup.” Sehingga dikatakannya bahwa kasihan adalah pengultusan penderitaan. Pernyataan Nietzche ini ada kaitannya dengan latar belakang kehidupannya yang penuh penderitaan. Ia mencoba memberontak terhadap penderitaan sebagai realitas dunia; ia tidak menerima kenyataan. Seolah-olah ia berkata, penderitaan jangan masuk ke dalam hidup dunia. Oleh karena itu, kasihan yang tertuju kepada manusia harus. ditolak, katanya.

Pandangan Nietzsche tidak dapat disetujui karena: Pertama, di mana letak humanisnya dari aliran existensialisme. Kedua, bahwa penderitaan itu ada dalam hidup manusia dan dapat diatasi dengan sikap kasihan. Ketiga, tidak mungkin orang yang membantu penderita, menyingkir dan senang bila melihat orang yang menderita. Bila demikian, maka itu yang disebut sikap sadisme. Sikap yang wajar adalah menaruh kasihan terhadap sesama manusia dengan menolak penderitaan, yakni dengan berusaha sekuat tenaga untuk meringankan penderitaan dan, bila mungkin, menghilangkannya.

Advertisement

Incoming search terms:

  • pngertian penderitaan dan kasihan

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pngertian penderitaan dan kasihan