Advertisement

Salah satu faktor pemicu berkembang­nya kemampuan membaca di seluruh Eropa ialah pe­nemuan mesin cetak oleh tiga orang dari kota Mainz, Guttenberg bersama rekannya Johann Fust dan Pe­ter Schoffer tahun 1450. Pada tahun 1500, telah di­cetak 6 juta jilid buku. Dan lewat buku-buku terse­but, pengetahun dengan cepat menyebar ke seluruh Eropa.

Dilihat secara keseluruhan, Eropa termasuk wilayah yang paling terpelajar di dunia. Sebagian besar pen­duduknya melek huruf. Lebih dari 90 persen pendu­duk di setiap negara dapat membaca dan menulis ke­cuali dalam sembilan negara. Negara-negara dengan tingkat melek huruf di bawah 90 persen ialah Alba­nia, Andorra, Yunani, Malta, Portugal, Yugoslavia, dan Turki. Turki Eropa hanyalah sebagian kecil dari seluruh negara.

Advertisement

Di Eropa Timur, pemerintah menguasai sistem pen­didikan. Semua sekolah mengajarkan paham-paham komunis, sedangkan pendidikan agama dilarang di hampir semua sekolah. Untuk membantu mengem bangkan negaranya di bidang ekonomi dan teknolo­gi, sekolah-sekolah Eropa Timur lebih menekankan mata pelajaran yang teknis ilmiah. Anak-anak di ne­gara ini harus duduk di bangku sekolah sekurang- kurangnya selama 8 sampai 10 tahun.

Pendidikan di Eropa Barat bervariasi di setiap ne­gara. Misalnya di Portugal, wajib minimum duduk di bangku sekolah enam tahun lamanya. Tetapi di Jer­man Barat, wajib minimum ialah 12 tahun. Perancis mempunyai sistem pendidikan terpusat yang dikuasi negara, sedangkan di Jerman Barat, sistem pendidik­an diatur negara bagian.

Berkenaan dengan pendidikan di Eropa Barat, kualitas pendidikan di bagian utara lebih tinggi dari­pada di selatan. Negara-negara selatan seperti Yuna­ni, Portugal, dan Spanyol, lebih miskin daripada negara-utara. Akibatnya, mereka tidak dapat mela­kukan perbaikan pendidikan terus-menerus secara konstan.

Di kebanyakan negara Eropa Barat seperti Inggris, Norwegia, Swedia, kebanyakan anak menerima pen­didikan yang sama hingga mencapai usia 15 atau 16 tahun. Setelah itu, mereka boleh meninggalkan seko­lah dan mengikuti berbagai kursus sesuai dengan ba­katnya. Anak-anak lain meneruskan studinya ke per­guruan tinggi.

Eropa menjadi pusat pendidikan dunia dari masa Renaisans hingga pertengahan 1900-an. Setelah Pe­rang Dunia, Uni Soviet dan Amerika Serikat melaku­kan pembaharuan besar di bidang pendidikan semen­tara negara-negara Eropa terus memelihara sistem tra­disionalnya. Kebanyakan sekolah Eropa lamban me lakukan pembaharuan. Karena itu, mereka sekarang harus berusaha lagi memecahkan pelbagai masalah da­lam dunia pendidikan.

Eropa juga memiliki sejumlah universitas yang pa­ling tua dan paling terkenal di dunia. Perguruan ting­ginya meliputi Cambridge, Edinburgh, London, dan Oxford di Inggris, Universitas Jagiellonia di Krakow, Polandia, Universitas Bologna di Italia, Dublin di Irlandia, Heidelberg di Jerman, Moskwa di Uni So­viet, Paris di Perancis, Roma di Italia, dan Wina di Austria. Selain itu, terdapat beberapa perpustakaan penting, yaitu Perpustakaan Nasional Paris, London, Universitas Oxford, Perpustakaan Lenin di Moskwa, dan Perpustakaan Vatikan.

Incoming search terms:

  • pendidikan di eropa
  • sistem pendidikan di eropa
  • makalah sistem pendidikan di eropa
  • makalah pendidikan di negara eropa
  • pendiikan di eropa
  • sistem pendidikan di eropa utara
  • sistem pemddikan di eropa utara
  • contoh pendidikan di eropa
  • pendidikam di kawasan eropa
  • karakteristik sekolah eropa

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pendidikan di eropa
  • sistem pendidikan di eropa
  • makalah sistem pendidikan di eropa
  • makalah pendidikan di negara eropa
  • pendiikan di eropa
  • sistem pendidikan di eropa utara
  • sistem pemddikan di eropa utara
  • contoh pendidikan di eropa
  • pendidikam di kawasan eropa
  • karakteristik sekolah eropa