Advertisement

Keberhasilan meramal cuaca bergantung pada kemampuan dan frekuensi pengamatan kondisi atmosfer di seluruh dunia. Peta dan prakiraan cuaca bisa dibuat secara manual atau dikerjakan komputer berdasarkan data yang dikumpulkan oleh berbagai macam alat pengamat. Tekanan udara, suhu, uap air, angin, jenis awan, curah hujan, dan informasi lainnya dikumpulkan dari seluruh dunia, baik dari permukaan bumi maupun pada berbagai ketinggian di troposfer dan stratosfer.
Frekuensi Pengambilan Data antara alat yang satu dengan alat yang lain tidak selalu sama. Dengan perjanjian internasional, semua negara di dunia menggunakan GMT sebagai patokan waktu 24 jam sehari. Pengamat di permukaan daratan dan lautan melakukan pengamatan setiap enam jam sekali, yakni pada pukul 00.00, 06.00, 12.00, dan 18,00 GMT, diikuti oleh ribuan stasiun yang secara rutin membuat pengamatan. Bahkan, banyak stasiun dan kapal pengamat cuaca mengumpulkan informasi cuaca setiap jam atau setiap tiga jam.

Saat ini ada dua program internasional yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang atmosfer. Dalam program pertama, Organisasi Meteorologi Dunia {WorldMeteorological Organization, WMO) mensponsori program “melihat cuaca dunia”. Informasi cuaca dari 140 negara di dunia dikumpulkan di tiga pusat pengolahan cuaca, yakni di Melbourne, Australia; di Moskwa, Uni Soviet; dan di Washington D.C., Amerika Serikat. Setelah diolah, informasi-informasi itu kemudian disebar ke negara-negara seluruh dunia.

Advertisement

Penelitian Atmosfer, program yang kedua, adalah program yang dilakukan untuk mendukung program pertama. Program ini dilakukan untuk memperoleh pengetahuan dan mengembangkan peralatan pengamat cuaca. Program ini dimulai tahun 1969 di daerah tropis Lautan Atlantik, yaitu di sekitar kepulauan Barbados, Amerika. Para ahli mempelajari perubahan panas dan gejala lainnya yang terjadi antara laut tropis dan atmosfer. Kemudian menyusul penelitian besar-besaran oleh sekitar 70 negara pada tahun 1974, dengan mengikutsertakan berbagai fasilitas termasuk stasiun pengamat, balon cuaca, dan satelit, yang tersebar di banyak negara.

Stasiun Pengamat Cuaca untuk mendeteksi awan pembawa hujan dan memperkirakan daerah-daerah yang akan kejatuhan hujan. Gelombang radio yang dikeluarkannya dipantulkan oleh titik-titik air atau partikel es di awan. Lokasi daerah yang mengandung hu: diproyeksikan pada layar radar. Melalui gambar ini, para ahli dapat menerka hujan itu membawa badai atau tidak, sekaligus memperkirakan ke arah mana dan dengan kecepatan berapa badai bergerak, sehingga dapat diterka daerah yang akan dilanda badai.

Incoming search terms:

  • pengamatan cuaca
  • istilah cuaca di laut
  • pengamatan cuaca adalah
  • istilah cuaca d laut
  • istilah cuaca di kapal
  • macam macam pengamatan cuaca di laut
  • pengamatan cuaca di laut
  • sebutan untuk pengamat cuaca
  • stasiun pengamat cuaca

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengamatan cuaca
  • istilah cuaca di laut
  • pengamatan cuaca adalah
  • istilah cuaca d laut
  • istilah cuaca di kapal
  • macam macam pengamatan cuaca di laut
  • pengamatan cuaca di laut
  • sebutan untuk pengamat cuaca
  • stasiun pengamat cuaca