Advertisement

PENGERTIAN PENGENDALIAN INTERN – Adalah kegiatan perusahaan untuk mengendalikan operasinya dalam rangka mengamankan harta, memperoleh data yang akurat, meningkatkan efisiensi, dan menjamin agar seluruh kebijakan yang telah ditetapkan dilaksanakan.

Dalam suatu perusahaan besar, pimpinan tidak dapat langsung terjun mengarahkan dan mengawasi seluruh operasi, sehingga harus mendelegasikan wewenangnya kepada orang lain dan mengandalkan pengawasannya melalui sistem akuntansi. Di sinilah perlunya pengendalian intern.

Advertisement

Pengendalian intern dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu pengendalian intern administratif dan pengendalian intern akunting. Pengendalian intern administratif terdiri atas prosedur dan catatan yang membantu manajemen mencapai tujuan perusahaan. Misalnya, dari catatan tentang barang yang dikembalikan oleh konsumen karena tidak baik mutunya, manajemen dapat menilai dan memperbaiki prestasi kerja orang atau bagian yang berkaitan atau bertanggung jawab atas mutu barang; dengan demikian mutu barang yang diproduksi dapat dikendalikan.

Pengendalian intern akunting terdiri atas prosedur dan catatan yang berhubungan dengan kebenaran catatan dan laporan keuangan dalam rangka untuk mengamankan harta perusahaan. Misalnya, prosedur yang ditetapkan untuk menjamin agar semua transaksi dicatat sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi akan memberikan keyakinan bahwa catatan serta laporan keuangan dapat dipercaya.

Pengendalian intern yang diterapkan di perusahaan berbeda-beda, sesuai dengan besar dan jenis perusahaan. Untuk suatu perusahaan kecil, yang pemiliknya masih sanggup mengawasi karyawannya serta meng-arahkan perusahaan secara pribadi, hanya diperlukan sedikit pengawasan. Tetapi bila jumlah karyawan makin bertambah dan perusahaan menjadi makin kompleks, manajemen akan menemui kesukaran dalam mengawasi operasi secara keseluruhan.

Prinsip-prinsip Umum Pengendalian Intern. Beberapa prinsip umum yang harus dipakai di dalam menerapkan pengendalian intern, antara lain: (1) petugas yang berkemampuan dan rotasi. tugas. Pengendalian. intern harus dilakukan oleh petugas-petugas yang mampu melaksanakan tugas yang telah^ditetapkan.. Karena itu, semua petugas perlu mendapatkan latihan yang memadai, dan dalam melaksanakan tugasnya mereka harus dialasi. Disarankan pula untuk secara berkala merotasi petugas-petugas ini dari satu tugas ke tugas lainnya; (2) pemberian tanggung jawab. Tanggung jawab petugas harus ditetapkan secara jelas, dan tidak terjadi tumpang tindih; (3) pemisahan tanggung jawab atas kegiatan yang saling berhubungan. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya inefisiensi, kekeliruan dan penggelapan, tanggung jawab atas kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan hendaknya dibagi di antara dua orang atau lebih. Misalnya, seseorang yang diberi wewenang untuk memesan barang tidak bertugas memeriksa penerimaan barang tersebut dan membayar kepada penyalur yang bersangkutan; (4) pemisahan antara kegiatan operasi dan akuntansi. Tanggung jawab penyelenggaraan catatan akunting hendaknya dipisahkan dengan pelaksanaan transaksi usaha dan penjagaan harta perusahaan; (5) alat-alat pembuktian dan pengamanan. Alat-alat pembuktian dan pengamanan harus dipergunakan untuk mengamankan harta perusahaan dan menjamin kebenaran data akunting; (6) peninjauan kembali secara independen. Untuk menentukan apakah prinsip-prinsip pengendalian intern telah diterapkan secara baik, secara berkala sistem perlu ditinjau kembali dan dievaluasi oleh internal auditor. Auditor ini harus berdiri sendiri di luar petugas yang bertanggung jawab atas operasi perusahaan. Auditor harus melaporkan kelemahan-kelemahan dan menyarankan perbaikan.

Incoming search terms:

  • petugas yang digunakan untuk pengendalian ektern

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • petugas yang digunakan untuk pengendalian ektern