PENGERTIAN PENGUKURAN NEUROKIMIAWI

11 views

PENGERTIAN PENGUKURAN NEUROKIMIAWI – Mengukur jumlah neurotransmitter tertentu atau jumlah reseptornya di dalam otak mungkin tampak mudah. Namun, sebenarnya tidak. Hanya belum lama ini alat pemindai PET memungkinkan suatu pengukuran berbagai reseptor di dalam otak hidup. Sebagian besar penelitian dalam teori-teori neurokimia psikopatologi—yang semakin penting dalam tahun-tahun terakhir—tergantung pada berbagai pengukuran tidak langsung. Dalam berbagai studi pascakematian, otak pasien yang sudah meninggal dike luarkan dan baru setelah itu jumlah neurotransmitter tertentu di dalam berbagai area otak tertentu dapat diukur secara langsung. Ke dalam berbagai area otak dapat dimasukkan berbagai zat yang menyatu dengan berbagai reseptor, kemudian jumlah penyatuan tersebut dapat dihitung; lebih banyak penyatuan mengindikasikan lebih banyak reseptor. Metode umum lain dalam pengukuran neurokimia mencakup analisis terhadap zat metabolit neurotransmiter yang telah dipecah oleh berbagai enzim. Zat metabolit, umumnya berupa asam, diproduksi ketika suatu neurotransmiter mengalami deak tivasi. Sebagai contoh, zat metabolit utama dopamin adalah asam homovanillic; serotonin, asam 5-hidroksiindolasetat. Zat-zat metabolit dapat dideteksi dalam urin, darah, dan cairan serebrospinal (cairan di dalam ruas tulang belakang dan rongga rongga otak). Jumlah zat metabolit yang tinggi mengindikasikan jumlah transmitter yang tinggi, dan jumlah yang rendah mengindikasikan rendahnya jumlah trans mitter terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *