PENGERTIAN PENGUKURAN PSIKOFISIOLOGIS – Disiplin ilmu psihofisiologis meneliti berbagai perubahan tubuh yang menyertai peristiwa psikologis atau yang berhubungan dengan karakteristik psikologis sese orang (Grings & Dawson, 1978). Para pelaku eksperimen menggunakan berbagai pengukuran seperti denyut jantung, ketegangan otot, aliran darah di berbagai bagian tubuh, dan gelombang otak untuk mempelajari perubahan fisiologis ketika orang merasa takut, tertekan, tidur, membayangkan, 4; menyelesaikan masalah, dan sebagainya. Pengukuran yang kami jelaskan di sini tidak cukup sensitif untuk digunakan dalam diagnosis. Namun demikian, pengukuran pengukuran tersebut dapat memberikaninforma si penting. Sebagai contoh, penggunaan paparan stimulus bagi pasien gangguan anxietas akan bermanfaat untuk mengetahui tingkat stimulus yang menimbulkan ketegangan fisiologis bagi pasien ketika ia dihadapkan pada stimulus yang menimbulkan kecemasan tersebut. Para pasien yang menunjukkan ketegangan fisiologis lebih tinggi mungkin mengalami ketakutan yang lebih besar, yang memprediksi lebih banyak manfaat yang diperoleh dari terapi (Foa dkk., 1995).

Aktivitas sistem saraf otonom sering kali diukur dengan peng ukuran elektrik dan kimiawi sebagai upaya untuk memahami karakteristik emosi. Salah satu pengukuran penting adalah denyut jantung.
Aktivitas otak dapat diukur dengan electroencephalogram, atau EEG. Beberapa dektroda yang ditempelkan di kulit kepala merekam aktivitas elektrik pada otak. Pola abnormal aktivitas elektrik dapat mengindikasikan epilepsi atau membantu menentukan lokasi kerusakan atau tumor dalam otak. Seperti halnya teknik-teknik pencitraan otak yang dibahas sebelumnya, gambaran manusia yang lebih lengkap akan diperoleh bila fungsi fisiologis diukur ketika sese orang sedang melakukan beberapa perilaku atau aktivitas kognitif tertentu. Jika para pelaku eksperimen tertarik dalam respons psikofisiologis kepada para pasien gangguan obsesif-kompulsif, contohnya, kemungkinan mereka akan meneliti para pasien sambil menyajikan suatu stimulus, seperti kotoran debu, yang akan memun culkan perilaku bermasalah.

Filed under : Bikers Pintar,