PENGERTIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER

57 views

PENGERTIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER – PenyahitJantungKoroner (PJK) terdiri dari dua tipe utama, angina pektoris dan infarks: miokardial, atau serangan jantung.

Karakteristik Penyakit.
Simtom-simtom angina pehtoris adalah rasa sakit di dada secara berkala, biasanya di belakang tulang dada dan sering kali menyebar ke punggung dan kadang bahu dan lengan kiri. Penyebab utama serangan rasa sakit yang parah ini adalah kurangnya pasokan oksigen ke jantung (disebut iskemia), yang pada akhirnya disebabkan oleh atherosklerosis koroner, yaitu penyempitan atau penyum-batan arteri koroner karena timbunan kolesterol, yaitu suatu material berlemak atau karena penyempitan pembuluh darah. Pada pasien penderita penyakit arter. koroner, episode iskemia tidak menimbulkan rasa sakit. Ini disebut episode iskemia diam. Baik angina maupun episode iskemia diam dipicu oleh kerja fisik atau erriosional yang berlebihan dan umumnya sembuh dengan beristirahat atau berobat. Kerusakan serius otot jantung jarang terjadi pada angina atau serangan iskemia, karena aliran darah hanya berkurang dan tidak terhenti sama sekali. Meskipun demikian, jika penyempitan satu arteri koroner atau lebih terus berlangsung hingga menyebabkan penyumbatan total, maka dapat terjadi infarksi miokardial atau serangan jantung. Infarksi miohardial adalah penyakit yang jauh lebih serius dan penyebab utama kematian di Amerika Serikat dewasa ini. Seperti halnya angina pektoris, penyakit ini disebabkan oleh kurangnya pasokan oksigen ke jan tung. Namun, tidak se_pern angina, serangan jantung biasanya mengakibatkan kerusakan jantung permatien.

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko PJK; risikonya secara umum meningkat sejalan dengan banyak dan parahnya faktor-faktor berikut.
umur
jenis kelamin (laki-laki lebih berisiko)
merokok
kenaikan tekanan darah
kenaikan kolesterol serum
pembesaran bilik kiri jantung
obesitas
pola ketidakaktifan fisik dalam waktu lama
konsumsi alkohol yang berlebihan
diabetes

Banyak studi yang menemukan bahwa ketegangan pekerjaan yang tinggi berhubungan dengan meningkatnya risiko infarksi miokardial (Schall, Landsbergis, & Baker, 1994).
Dalam suatu studi, lebih dari 10.000 pegawai negeri di Inggris diukur tingkat otoritas yang mereka miliki dalam pekerjaan. Kemudian, mereka dipantau selama sekitar lima tahun untuk mengetahui insiden PJK. Sama dengan berbagai studi sebelumnya, lebih banyak PJK yang ditemukan di antara para pegawai dengan status pekerjaan yang lebih rendah (a.1., pekerjaan klerikal). Hasil ini, pada akhirnya, berhubungan dengan penuturan para pekerja tersebut bahwa mereka hanya memiliki sedikit otoritas dalam pekerjaan mereka (Marmot dkk., 1997). Dalam suatu studi ber-skala besar yang dilakukan di Finlandia, tingkat tufritutan pekerjaan yang tinggi berhubungan dengan meningkatnya atherosklerosis (Lynch dkk., 1997a) dan angka kematian serta morbiditas penyakit kardiovaskular.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *