Advertisement

PENGERTIAN PENYALAIAN IKAN – Hampir mirip pengasapan ikan, adalah salah satu pengawetan ikan dengan jalan pengeringan yang banyak dikerjakan nelayan di Sumatra. Ikan yang biasa disalai, atau diselai, adalah ikan rawa, seperti baung, lais, dan gabus. Cara pengawetan tidak dikeringkan dengan sinar matahari, tetapi dengan panas api, yaitu dipanggang tanpa garam. Setelah ikan dicuci bersih, yang berukuran besar dapat dibelah. Pemanggangan dapat dilakukan di atas para-para.

Untuk mendapatkan bau yang khas orang menggunakan kayu seru atau kayu keras lain yang tidak menghasilkan asap pahit dan beracun. Penyalai- an ini berbeda dengan pengasapan sebab dilakukan di udara terbuka, atau, kalau pun dilakukan dalam ruangan, udara masih dapat keluar masuk dengan leluasa. Api untuk memanggang mula-mula besar, setelah permukaan ikan masak, api diperkecil. Ikan ditutup dengan tikar atau karung basah sementara api terus menyala kecil. Perlahan-lahan ikan akan masak dan kering, setelah diboiak-balik. Untuk mempermudah membaliknya, ikan dapat ditusuk dengan bilah bambu. Sesudah beberapa jam, api dimatikan tetapi bara dipertahankan sampai mati dengan sendirinya. Pe- nyalaian biasa dilakukan semalam suntuk dan memakan waktu 8 – 16 jam. Harga ikan salai dapat mencapai 8-10 kali lipat ikan segar.

Advertisement

Advertisement