Advertisement

PENGERTIAN PENYU – Salah satu anggota reptil berkarapas yang hidup di laut. Seperti kura-kura, badan penyu juga ditutupi tempurung; Bagian punggungnya disebut karapas, sedangkan bagian perutnya disebut plastron. Kaki-kakinya, yang telah beradaptasi ke bentuk m nyerupai dayung, dipakai sebagai alat gerak di dalam air.

Di dunia, ada tujuh jenis penyu yang tersebar di perairan tropika dan subtropika; lima jenis di antaranya terdapat di Indonesia. Binatang ini hampir tidak pernah menuju ke daratan, kecuali jika hendak bertelur. Namun, di beberapa daerah, seperti Kepulauan Hawaii, penyu hijau sering menepi ke pantai untuk berjemur di sinar matahari. Bangsa penyu termasuk penyelam yang tangguh, meskipun bernapas dengan paru-paru, karena penyu mampu menghirup oksigen dari dalam air. Sebaliknya, binatang ini canggung untuk berjalan di darat. Pada umumnya, penyu menyukai bagian laut yang lebih panas dan dekat dengan pantai. Kebanyakan penyu bersifat omnivor, meskipun ada juga beberapa jenis yang bersifat herbivor dan karnivor.

Advertisement

Penyu mempunyai sifat mengembara, namun binatang ini memilih daerah tertentu untuk tempat bertelur. Biasanya, penyu menyukai jalur pantai berpasir dan datar. Umumnya, penyu bertelur pada malam hari dan telurnya diletakkan dalam suatu lubang yang digali sendiri. Secara umum, cara penyu bertelur diawali dengan munculnya penyu ke permukaan air; penyu diombang-ambingkan ombak selama beberapa waktu sebelum akhirnya berenang menuju pantai. Binatang ini berjalan lurus menuju ke atas batas air pasang dan mencari tempat bertelur. Setelah mene-mukan tempat yang cocok, penyu mulai membuat lubang, yang disebut lubang badan, untuk mewadahi tubuhnya dengan menggunakan kaki depannya secara bergantian. Selanjutnya, dengan menggunakan kaki belakang secara bergantian, penyu mulai menggali lebih dari 100 butir. Selesai mengeluarkan telur yang lubang untuk meletakkan telur. Lubang tersebut terakhir, lubang telur ditutupnya kembali dengan bentuk silinder dengan diameter bagian bawah lebih sir sambil agak dipadatkan oleh kaki belakangnya, luas. Setelah lubangnya jadi, penyu mulai bertelur. Lalu dengan menggerakkan kaki depan, penyu Sambil mengibaskan ekornya, telur dikeluarkan dua- nimbun lubang badannya sampai tidak tampak bekas- dua atau lebih berturut-turut sampai telur yang ter- nya. Akhirnya induk penyu meninggalkan sarang dan akhir. Pada waktu mengeluarkan telur tersebut, biasa- kembali ke laut.

Meskipun setiap kali penyu bertelur dengan jumlah ratusan butir, telur tersebut tidak seluruhnya berhasil menjadi penyu dewasa. Binatang ini banyak mengalami hambatan dalam perkembangbiakannya, baik dari binatang lain maupun manusia. Telurnya dalam sarang sering dimakan kucing hutan, anjing, babi hutan, dan biawak. Tetapi gangguan paling besar datang dari manusia, yang mengambil telur dari sarangnya untuk konsumsi manusia. Selain itu, telur yang berhasil menetas juga mengalami banyak gangguan. Di laut, penyu sering dimangsa ikan dan predator lainnya. Penangkapan penyu dewasa oleh manusia juga banyak dilakukan di tempat-tempat peneluran penyu. Selain diambil dagingnya, tempurung dan sisik-sisiknya juga digunakan untuk bahan perhiasan dan alat rumah tangga.

Untuk membedakan jenis penyu dapat dilihat sisik- sisik yang terdapat pada bagian tubuhnya. Bagan sisik penyu tertera pada gambar. Penyu hijau adalah jenis penyu yang paling banyak dijumpai di Indonesia. Karapasnya dapat mencapai panjang kurang lebih 1,4 meter. Pada kepala depan, di antara kedua mata, terdapat sepasang sisik. Sisik-sisik karapas umumnya tidak bertumpang tindih, kecuali pada penyu hijau yang masih muda. Anggota badan depannya berben- tuk dayung dan hanya mempunyai sebuah kuku. Warna karapasnya cokelat muda sampai cokelat tua, kadang-kadang agak pudar. Permukaan karapasnya sering dihiasi bintik-bintik berwarna cokelat tua. Karapas penyu hijau yang masih muda berwarna hitam sampai abu-abu. Plastronnya kekuningan dan yang masih muda putih kehitaman.

Penyu Belimbing merupakan penyu terbesar. Panjang karapasnya dapat mencapai 1,8 meter dengan berat lebih kurang’300 kilogram. Penyu ini memiliki bentuk yang berbeda dengan jenis penyu lainnya. Tulang karapasnya terbentuk dari kepingan-kepingan kecil berbentuk segi banyak yang ditutupi kulit keras. Pada karapasnya terdapat 5-7 garis yang membujur. Garis-garis membujur pada penyu yang masih muda berwarna kuning, sedangkan yang dewasa hitam atau cokelat dengan bercak keputihan. Plastronnya berwarna putih dengan bercak hitam. Anggota badannya berwarna hitam dengan bagian tepi kuning. Ekornya panjang sehingga dapat melebihi panjang kaki belakangnya. Penyu ini menyukai bagian laut dalam. Makanannya terutama ubur-ubur. Meskipun jarang di Indonesia, jenis penyu ini masih bisa ditemukan pada pantai di sekitar Sumatra Barat, Bengkulu, sebelah selatan Jawa, dan Irian Jaya.

Penyu Hijau makan tetumbuhan, terutama rumput laut, kecuali tukik yang biasa makan binatang kecil. Penyu hijau banyak ditangkap orang, termasuk telurnya. Di Indonesia, daerah penyebarannya meliputi seluruh perairan Indonesia, dengan tempat-tempat peneluran antara lain di Pantai Pangumbahan (Jawa Barat), Sukamade (Jawa Timur), Madura, Flores, Sumatra Utara, Sungai Si Pare-pare, Belitung, dll.

Penyu Sisik berukuran lebih kecil daripada penyu hijau, juga telur-telurnya. Panjang karapasnya tidak lebih dari 90 sentimeter. Kepala dan moncongnya seperti paruh burung elang. Sisik di bagian kepala depannya berjumlah dua pasang, sehingga membedakannya dengan penyu hijau. Kaki depannya, yang seperti dayung, mempunyai dua kuku; pada yang sudah sangat tua hanya terdapat satu kuku. Karapasnya berwarna mencolok, biasanya kuning sawo dengan coretan-coretan dan tanda cokelat kemerahan, kehitaman atau kuning. Sisik karapasnya ber-tumpang tindih dan tersusun seperti genteng. Plastronnya berwarna keputihan, kadang-kadang dengan bercak hitam. Penyu sisik ini banyak terdapat di terumbu karang. Pakannya binatang laut kecil, bunga karang, ubur-ubur, ikan kecil, dan ganggang laut. Penyu sisik, termasuk telurnya, tidak sebanyak penyu hijau, namun banyak yang ditangkap orang. Di Indonesia, penyebarannya meliputi Sumatra Utara dan Selatan, Belitung, Sumba, Sulawesi, Kepulauan Sunda Kecil, dan perairan Kalimantan Timur.

Penyu Tempayan jarang ditemui di Indonesia. Binatang ini banyak dijumpai di daerah subtropika, juga tempat bertelurnya. Ciri khas penyu tempayan adalah adanya sisik rusuk pada tiap karapas dengan jumlah lima atau lebih dan sisik yang pertama bersinggungan dengan sisik tengkuk atau kuduk. Pada bagian plastron sering terdapat tiga pasang sisik pinggir bawah dan tidak berpori. Penyu ini memiliki karapas yang relatif sempit dan kepala lebih besar daripada penyu jenis lain. Pada kepala bagian depan, di antara kedua mata, terdapat dua pasang sisik seperti halnya penyu sisik, juga anggota badannya mirip. Karapasnya berwarna cokelat kemerahan sampai cokelat. Panjang karapasnya dapat mencapai lebih dari 1 meter. Daerah penyebarannya belum diketahui, mungkin di Pantai J iwa dan Sumatra Barat. Pakannya berbagai binatang laut kecil, seperti cumi-cumi, kerang-kerangan, remis, dan ubur-ubur.

Penyu Kembang berukuran paling kecil di antara kelima jenis penyu yang ada. Panjang karapasnya – hanya mencapai 70 sentimeter. Binatang ini memiliki 3 sisik rusuk 6-9 pasang, dan yang pertama bersinggungan dengan sisik kuduk. Karapasnya berwarna hijau pudar atau putih kehijauan, kadang-kadang kehitaman. Daerah penyebarannya meliputi pantai sekitar Bali, Sulawesi Utara, dan pantai selatan Jawa.

Incoming search terms:

  • pengertian penyu
  • bagian tubuh penyu
  • Definisi penyu
  • deskripsi penyu
  • bagian bagian tubuh penyu
  • bagian bagian tubuh hewan penyu
  • penjelasan tentang penyu
  • sebutkan bagian bagian tubuh dari hewan penyu
  • bagian2 tubuh dari hewan penyu
  • bagian tubuh hewan penyu

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian penyu
  • bagian tubuh penyu
  • Definisi penyu
  • deskripsi penyu
  • bagian bagian tubuh penyu
  • bagian bagian tubuh hewan penyu
  • penjelasan tentang penyu
  • sebutkan bagian bagian tubuh dari hewan penyu
  • bagian2 tubuh dari hewan penyu
  • bagian tubuh hewan penyu