PENGERTIAN PERAN TEORI

129 views

PENGERTIAN PERAN TEORI – Teori adalah serangkaian proposisi yang dimaksudkan untuk menjelaskan sekelompok fenomena. Tujuan utama ilmu pengetahuan adalah untuk meningkatkan teori menjadi suatu data, sering kali melalui pengajuan hubungan sebab-akibat. Hasil-hasil penelitian empiris memungkinkan kebenaran teori untuk dievaluasi. Teori sendiri dapat memainkan peran penting dalam memandu penelitian dengan menyarankan untuk mengumpulkan data tambahan tertentu. Secara lebih spesifik, suatu teori memungkinkan penyusunan berbagai hipotesis—yaitu ekspektasi me ngenai apa yang seharusnya terjadi jika suatu teori terbukti benar. Berbagai hipotesis tersebut kemudian harus diuji dalam penelitian. Sebagai contoh, misalnya Anda ingin menguji teori classical-conditioning mengenai fobia. Sebagai peneliti Anda memulai dengan menyusun suatu hipotesis spesifik berdasarkan teori tersebut. Contohnya, jika teori classical-conditioning valid, orang-orang yang mengalami fobia harus memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami pengalaman traumatis dengan situasi yang mereka takutkan dibanding orang-orang dalam populasi umum, misalnya naik pesawat terbang. Dengan mengumpulkan data mengenai frekuensi pengalaman traumatis dengan stimuli yang difobiakan pada orang-orang yang menderita fobia dan membandingkan informasi tersebut dengan data terkait mengenai orang-orang yang tidak menderita fobia, Anda dapat menentukan apakah hipotesis Anda benar, mendukung teori tersebut, atau tidak benar, menunjukkan bahwa teori tersebut tidak valid.
Terciptanya suatu teori mungkin merupakan bagian paling menantang dalam pruyek ilmiah—dan yang paling kurang dipahami. Sebagai contoh, kadangkala dika talcan bah•a seorang ilmuwan memformulasikan teori hanya dengan menggunakan data yang telah dikumpulkan sebelumnya dan kemudian memutuskan, secara sederhana, bahwa suatu cara berpikir tertentu terhadap data tersebut merupakan cara yang paling ekonomis dan bermanfaat.
Walaupun beberapa penciptaan teori menggunakan cara tersebut, namun tidak sehtruhrtya demikian. Aspek-aspek yang sangat jarang disebutkan adalah hreativitas tiodakan dan kegembiraan untuk menemukan cara baru untuk mengonseptualisasi segala sesuatu. Sebuah teori kadangkala seolah melompat dari kepala ilmuwan dallam sebuah momen insight yang luar biasa.

Konsep-konsep teoretis juga dapat merangkum berbagai hubungan yang telah diketahui. Kita dapat melihat bahwa orang-orang yang sedang menjalankan ujian, yang menunggu kejutan listrik sesaat, atau yang sedang berdebat dengan seorang teman, telapak tangan mereka berkeringat, tangan gemetar, dan jantung berdetak cepat. Jika kita bertanya bagaimana perasaan mereka, mereka menjawab bahwa mereka merasa tegang. Berbagai hubungan ini dapat digambarkan seperti dalam Gambar 5.1a. Kita juga dapat mengatakan bahwa semua situasi itu membuat para individu tersebut merasa cemas dan bahwa kecemasan pada akhirnya menyebabkan ketegangan, telapak tangan yang berkeringat, jantung yang berdetak lebih cepat, dan tangan yang gemetar. Kecemasan sebagai konsep teoretis yang menjelaskan apa yang telah diamati. Hal-hal lain bersifat sama, kemungkinan hubungan yang paling sederhana umumnya lebih dikehendaki dalam ilmu pengetahuan Dengan berbagai keuntungan tersebut kita harus mempertimbangkan kriteria yang digunakan untuk menilai keabsahan suatu konsep teoretis. Suatu bidang pemikiran di masa awal, operasionisme, beranggapan bahwa setiap konsep meng ambil satu operasi tunggal yang dapat diamati dan dapat diukur sebagai maknanya. Dengan cara ini setiap konsep teoretis tidak akan lebih dari hanya satu kejadian tertentu yang dapat diukur. Sebagai contoh, kecemasan dapat diidentifikasi sebagai sesuatu-yang tidak lebih dari sekadar skor di atas 50 pada suatu kuesioner kecemasan tertentu.
Pada akhirnya menjadi jelas bahwa pendekatan ini menghapuskan keuntungan terbesar berbagai konsep teoretis. Jika setiap konsep teoretis dioperasionalisasikan dengan satu cara, generalitasnya akan hilang. Jika konsep teoretis pembelajaran, contohnya, diidentifikasi sebagai suatu operasi atau efek tunggal yang dapat diukur,

Sudut pandang operasionis di masa lalu segera digantikan oleh posisi yang lebih fleksibel bahwa suatu konsep teoretis dapat didefinisikan melalui seranghaian operasi, atau efek. Dengan cara ini konsep dapat dihubungkan dengan beberapa pengukuran yang berbeda, yang masing-masing mengukur sisi yang berbeda dari konsep tersebut. Konsep-konsep teoretis didefinisikan lebih baik melalui serangkaian operasi daripada melalui satu operasi tunggal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *