PENGERTIAN PERANAN ILMU DALAM PENGKAJIAN KEHIDUPAN SOSIAL – Seperti dikatakan sebelumnya, sosiologi adalah kajian ilmiah tentang kehidupan sosial. Karakteristik ilmu yang paling distinktif adalah pendekatannya yang bersifat empirik. Para ilmuwan menuntut agar semua pemyataan yang diklaim sebagai kebenaran tunduk kepada pengujian yang cermat dan diuji dengan fakta yang diperoleh melalui observasi terhadap alam. Klaim atas kebenaran dikatakan atau sahih dalam arti ilmiah bukan karena ia mempunyai alasan yang secara intuitif masuk akal, atau karena disampaikan oleh seorang atau sekelompok orang yang terhormat atau memiliki otoritas. Ia dikatakan valid hanya sejauh ia sesuai dengan fakta yang sudah diketahui.

Banyak ilmuwan yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melakukan pekerjaan dasar yang bersifat deskriptif: melakukan identifikasi, karakterisasi dan klasifikasi terhadap berbagai gejala yang diamati. Namun, tujuan ilmu bukanlah membuat deskripsi semata, kegiatan tersebut hanyalah tahap awal dari penelitian ilmiah. Tujuan akhir ilmu adalah menjelaskan: identifikasi sebab-sebab dasar gejala yang diteliti. Penjelasan ilmiah dalam sosiologi dilakukan melalui konstruksi berbagai strategi teoritis dan teori. Strategi teoritis adalah rangkaian yang sangat global yang terdiri dari asumsi-asumsi dasar, konsep dan prinsip-prinsip yang mengarahkan. (cf. Harris,1979). Ia dirancang untuk diterapkan terhadap gejala sosial dalam pengertian-yang paling luas. Tujuannya adalah melahirkan teori-teori spesifik dan mendorong berbagai macam penelitian untuk menguji teori tersebut. Teori adalah sebuah pernyataan spesifik atau serangkai pernyataan spesifik yang saling berhubungan yang dirancang untuk menjelaskan gejala tertentu. Dengan demikian, sebuah teori jauh lebih sempit dan spesifik dari strategi teoritis. Strategi teoritis umumnya diterapkan terhadap serangkaian gejala dan terdiri dari sangat banyak teori yang saling berkaitan. 

Sosiolog melakukan pengujian empiris baik terhadap strategi teoritis maupun terhadap teori. Sebuah strategi teoritis dikatakan baik hanya sejauh ia melahirkan teori-teori spesifik yang ditegakkan atas pengujian empiris yang cermat. Kita dapat sangat yakin kepada sebuah strategi teoritis yang telah melahirkan dan terus akan melahirkanbanyak teori yang kukuh (well-supported). Sebaliknya, strategi teoritis yang hanya didukung teori-teori yang tidak begitu kukuh dan banyak di antaranya yang tidak berlaku dinilai tidak adekuat. Strategi teoritis semacam ini tidak cukup meyakinkan dan tidak banyak membantu dalam teoritisasi dan penelitian lebih lanjut.

Penting dicatat, semua strategi teoritis memuat paling tidak beberapa teori yang ditolak sebagai sebuah kesalahan, tetapi penolakan ini terhadap satu teori bukan merupakan dasar yang cukup untuk menolak sebuah strategi teoritis secara keseluruhan. Sejauh sebuah strategi teoritis didukung oleh banyak teori yang kukuh, maka memeganginya dapat dibenarkan, tanpa mempersoalkan fakta bahwa sebagian teorinya tidak dapat diterima.

Filed under : Bikers Pintar,