PENGERTIAN PERANG DAN EKONOMI-DUNIA KAPITALIS ADALAH – Sejumlah sarjana dari berbagai ilmu sosial telah mencatat bahwa selama sebagian besar sejarahnya kapitalisme dikarakteristikkan oleh pola lonjakan dan ledakan ekonomi melingkar yang sangat teratur (Goldstein, 1988; Wallerstein, 1984c). Tampak bahwa periode-periode lonjakan ekonomi secara tetap diikuti oleh periode-periode menurun, dan bahwa terdapat suatu irama yang sangat teratur pada goncangan-goncangan itu. Sarjana utama pertama yang mengidentifikasi ciri kapitalisme ini ialah ahli ekonomi Rusia bernama Nikolai Kondratieff (1984; aslinya 1928) yang menemukan adanya siklus ekonomi kira-kira selama 50 tahun. Sekali suatu lonjakan mulai maka lonjakan itu akan memakan waktu kira-kira 25 tahun untuk mencapai puncaknya, dan kemudian menurun. Penurunan itu sendiri berlangsung kira-kira 25 tahun, dan setelah mencapai dasarnya maka suatu lonjakan baru akan mulai. Gelombang atau siklus yang diidentifikasi oleh Kondratieff itu akhirnya dinamakan gelombang Kondratieff. Akan tetapi, karenabanyak sarjana lainnya telah mengidentifikasi gelombang-gelombang yang sama, maka gelombang-gelombang itu tidak perlu secara khusus diassosiasikan dengan Kondratieff (Goldstein, 1988). Karena alasan itu saya akan menyebutnya gelombang-gelombang panjang saja.

Berbagai sarjana telah pula tertarik oleh asosiasi di antara gelombang-gelombang panjang dalam sejarah kapitalisme dan dalam peristiwa perang. Dalam suatu studi baru-baru ini mengenai masalah ini, Joshua Goldstein (1988) telah memperlihatkan bahwa gelombang panjang sejak tahun 1945 telah dikorelasikan dengan pecahnya perang-perang besar (Tabel 20.1). Goldstein mengidentifikasi sepuluh gelombang panjang sejak tahun 1495 dan rnenemukan bahwa suatu perang besar di antara negara-negara besar hampir selalu terjadi pada bagian akhir dari tahap membalik siklus itu. Kekecualian satu-satunya dari keteraturan ini adalah Perang Dunia II, yang terjadi pada awal suatu balikan ke atas. Akan tetapi, Perang Dunia II bukan pengecualian yang sejati. Beberapa ilmuwan sosial memandang Perang Dunia II sebagai dua tahap dari satu perang besar, bukan sebagai dua peperangan yang terpisah. Bila ini merupakan suatu interpretasi yang sahih, maka pola yang diidentifikasikan oleh Goldstein adalah sempurna.

Perlu ditekankan bahwa data Goldstein itu tidak berkaitan dengan peristiwa perang menyeluruh (frekuensi perang), juga tidak dengan lamanya peperangan-peperangan itu. Malah data itu berkaitan dengan perang-perang yang besar. Perang-perang besar yang sesungguhnya yang menimbulkan sejumlah besar kematian selalu terjadi mendekati akhir suatu perkembangan naik ekonomi. Meskipun terdapat beberapa cara yang mungkin untuk meng-interpretasi temuan empiris ini, Goldstein berteori bahwa negara-negara kuat melakukan peperangan yang benar-benar besar antara yang satu dengan yang lainnya hanya apabila mereka mampu memikul biaya untuk itu. Perangperang besar terjadi dekat pada tahap akhir suatu perkembangan naik, kemudian, karena hanya pada waktu itu negara-negara mampu melakukan usahausaha militer yang demikian.

Filed under : Bikers Pintar,