Advertisement

Dikobarkan oleh Untung Surapati, seorang bekas budak belian Bali yang kemudian masuk dinas militer Kompeni. Karena kepribadiannya yang kuat serta kecakapannya, ia berhasil mencapai pangkat letnan. Pada waktu melakukan operasi militer terhadap Banten, pasukan yang dipimpin Surapati berhasil menawan seorang Pangeran Banten. Secara ksatria Surapati mengembalikan keris yang diserahkan tawanannya kepadanya. Pengembalian keris oleh Untung Surapati itu ditentang oleh wakilnya, seorang pembantu letnan dari Belanda yang dengan sombong mencemoohkan atasannya hanya karena ia seorang pribumi. Dalam perselisihan yang memuncak, pembantu letnan itu terbunuh oleh Surapati. Sejak saat itu Surapati menyatakan diri keluar dari dinas militer Belanda, dan mengadakan perlawanan dari daerah Priangan.

Ketika Kompeni mengirimkan pasukan ekspedisi untuk menangkapnya, Surapati menghindar ke Karta- sura. Belanda mengirimkan pasukan ke Kartasura di bawah pimpinan Kapten Tack, tetapi ia terbunuh beserta sebagian besar pasukannya oleh Surapati. Kemudian Surapati bergerak ke Jawa Timur dan di sana bertindak sebagai raja kecil.

Advertisement

Sementara itu pada tahun 1703 Amangkurat II meninggal dan digantikan oleh putranya yang naik takhta dengan nama Amangkurat III, dan juga dikenal dengan sebutan Sunan Mas. Pihak Belanda mengadakan campur tangan dengan menjagokan seorang bangsawan lain, yakni Pangeran Puger. Dengan dukungan Belanda, Pangeran Puger berhasil menggeser Sunan Mas dari Kartasura dan menaiki takhta Kerajaan Mataram dengan nama Paku Buwono I. Untuk kedudukannya ini ia harus membayar dengan harga yang mahal. Dalam perjanjian dengan Kompeni pada tahun 1705, ia menyerahkan sisa daerah Mataram di Jawa Barat, menyerahkan perdagangan kerajaan sepenuhnya, dan mengizinkan Belanda membangun sebuah benteng yang kuat di ibu kotanya.

Dalam posisi tersisih Sunan Mas menggabungkan diri dengan Surapati di Jawa Timur. Pada tahun 1706 Belanda mengirimkan tentara ekspedisi yang kuat ke Jawa Timur dan berhasil mematahkan kekuatan Surapati. Sebagai seorang satria sejati, Surapati secara pribadi memimpin perlawanan terhadap Belanda, dan gugur dalam pertempuran di Benteng Bangil. Pada tahun berikutnya Sunan Mas dikalahkan oleh Belanda. Ia ditawan dan dibuang ke Sri Lanka. Namun sampai tahun 1719 pengikut-pengikut Surapati masih terus mengadakan perlawanan.

Advertisement