Advertisement

Atau Krisis Teluk Persia II, meletus semenjak invasi Irak ke Kuwait pada 2 Agustus 1990. Krisis Teluk Persia I, yaitu Perang Iran-Irak yang meletus tahun 1985 dimulai dengan penyerbuan Irak ke wilayah Iran dan baru usai pada Agustus 1990.

Pada 31 Juli 1990 intelijen Barat menginformasikan adanya konsentrasi kekuatan Angkatan Bersenjata Irak sebanyak lebih dari 100.000 personel atau lebih dari lima kali angkatan bersenjata Kuwait, di perbatasan Kuwait. Hari itu dilakukan perundingan antara utusan Kuwait dan Irak soal ladang minyak Rumaila, tetapi perundingan mengalami kegagalan.

Advertisement

Pada 2 Agustus 1990 angkatan bersenjata Irak me-nyerbu. Serbuan angkatan darat Irak bertumpu pada dua titik berat, yaitu pertama menguasai Kuwait City dan merusak pusat komando-pengendalian dan konsentrasi pertahanan angkatan bersenjata Kuwait sekaligus melumpuhkan pusat perekonomian dan pusat politik pemerintahannya; kedua menghancurkan Angkatan Bersenjata Kuwait yang mengundurkan diri ke arah Arab Saudi.

Pada 4 Agustus 1990 foto-foto satelit Amerika Serikat/NATO, di samping beragam data intelijen lain memberi indikasi bahwa Irak memperkuat pasukannya dan tidak memperlihatkan tanda-tanda untuk mengundurkan diri. Kanada dan Jepang menyatakan embargo atas minyak produksi Irak maupun Kuwait Negara-negara MEE bersikap sama.

Pada 9 Agustus 1990 Dewan Keamanan PBB dengan 15 suara mengutuk, dan 0 menentang/abstain menolak aneksasi Irak atas Kuwait.

Pada 8 November 1990 Presiden Saddam Hussein memecat Kepala Staf Angkatan Bersenjata Irak, Lg^ jen Nizar Khazraji, karena adanya perbedaan pendapat dalam gelar invasi ke Kuwait. Khazraji digantikan oleh Mayor Jenderal Hussein Rashid, sepupu dan sekaligus menantu Saddam, yang memimpin serbuan ke Kuwait.

Pada 22 Desember 1990 untuk kesekian kalinya Irak menyatakan bahwa mereka tidak akan menyerahkan Kuwait, yang telah dinyatakan sebagai Propinsi Irak ke-19. Irak bahkan mengancam akan meng- gunakan persenjataan kimia bilamana diserang.

Aspek Diplomatik dan Strategi Perang. Menghadapi Amerika Serikat, khususnya, dan sekutu, Irak melancarkan propaganda politis yang sangat gencar. Irak menjanjikan perang dahsyat yang disebutnya “biang segala perang”.

Strategi yang dilancarkan Irak dalam perang ini lebih merupakan strategi politik daripada strategi militer, antara lain: (1) mencari dukungan dari pan imam Islam dan menyatakan Perang Jihad terhadap Amerika Serikat dan Israel (mulai 10 Agustus 1990); (2) menyandera warga negara Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Barat lain dengan ancaman akan menggunakan para sandera itu sebagai perisai hidup terhadap serangan udara Amerika Serikat; (3) mengaitkan masalah Palestina dengan ancaman dan serangan sekitar 50 rudal “Scud” terhadap Israel, dengan kasus aneksasi Kuwait oleh Irak; (4) mengancam melakukan strategi bumi hangus, khususnya terhadap jaringan sarana produksi minyak Kuwait (ancaman tersebut benar-benar dilaksanakan); (5) mengancam akan menggelar terorisme global dan melancarkan perusakan ekosistem massal dengan menumpahkan lebih dari 140 juta barrel minyak burni ke Teluk Persia. Ketidakefektifan strategi tersebut dalam operasi militer mengakibatkan Irak di bawah Saddam Hussein menderita pukulan telak oleh Angkatan Bersenjata Multinasional atau Sekutu.

Peranan Jenderal Collin Powell, Ketua Gabungan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, dengan wawasan strategis, yang lazim disebutnya gelar kekuatan militer maksimal, menjadi dasar penting kemenangan cepat Sekutu. Wawasan gelar ini berlandas pada dc ir strategis: bilamana kekuatan militer dilibatkan, gelar operasi dsinyalkan dengan kekuatan perang maksimal, dengan tujuan penghancuran daya strategis perang lawan secepat-cepatnya. Dalam keseluruhannya angkatan bersenjata Sekutu menggelar tiga tahapan operasi militer:

(1) Operasi “Perisai Gurun” (Desert Shield) pada dasarnya merupakan eskalasi kekuatan tempur angkatan bersenjata Sekutu di kawasan Teluk. Dalam tempo lima bulan tersebut dilakukan perkuatan kekuatan militer hingga sekitar 350.000 personel Angkatan Darat Amerika Serikat, lengkap dengan seluruh persenjataannya.

Sejumlah keunggulan Amerika Serikat dan angkatan bersenjata Sekutu menjadi dasar bagi kemenangan yang diraih dengan cepat, hanya dalam waktu 1.100 jam. Keunggulan tersebut, terutama, adalah dalam bidang-bidang: (1) kodal, komando dan pengendalian operasi militer; (2) pengendalian dalam operasi matra udara; (3) teknologi persenjataan maupun sistem senjata yang digelar; (4) doktrin gelar strategis/taktis Airi and Battle-, (5) keunggulan kemampuan prajurit Sekutu; (6) keberhasilan Amerika Serikat di bawah Presiden George Bush dalam diplomasi internasional.

(2) Operasi “Badai Gurun” (Desert Storm). Jen-deral Michael Dugan, KSAU Amerika Serikat, me-ngatakan bahwa dalam tahapan pertama operasi udara Angkatan Udara Amerika Serikat akan meraih keunggulan udara terlebih dulu, kemudian menyerang/menghancurkan seluruh pangkalan udara vital Irak dan sasaran-sasaran militer utama lainnya, seluruh pusat logistik dan jalur logistik Angkatan Bersenjata Irak, pusat-pusat dan seluruh sarana-prasarana komunikasi militer Irak, di daratan Irak sendiri (tidak hanya yang diduduki Irak di Kuwait). Sasaran utama lainnya adalah menghancurkan kepemimpinan nasional Irak. Tetapi Angkatan Bersenjata Irak tampaknya tidak mewaspadai hal tersebut. Dugan sendiri yang menyatakan sasaran itu kemudian dipecat oleh Menteri Pertahanan Amerika Serikat Richard Cheney akibat ucapannya.

Ternyata, di bawah komando Panglima Mandala Norman Schwarzkopf dan Panglima Udara Multinasional Letjen Charles Horner, serta Perwira Operasi Udara Brigjen Buster C. Glosson, dasar-dasar pertim-bangan strategis seperti itu benar-benar dijalankan oleh pasukan Sekutu. Operasi Badai Gurun dilancarkan mulai 17 Januari 1991. Prioritas sasaran operasi ini adalah markas-markas komando Irak, perkubuan dan konsentrasi pasukan beserta perlengkapannya, gudang-gudang munisi, sarana komunikasi nasional maupun militer dan sumber-sumber energi, pusat dan sarana logistik, pusat-pusat pengadaan peralatan perang. Sebuah pabrik pupuk di Al-Qaim, Irak bagian barat, yang diduga sebagai fasilitas riset nuklir, dihancurkan.

Lebih dari kerusakan dan kerugian material perang itu, AB Irak mengalami demoralisasi semangat perang, terutama akibat logistik yang hancur, komunikasi yang terputus, dan pemboman berat yang terus- menerus.

(3). Operasi ” Pedang Gurun” (Desert Saber). Walau Angkatan Bersenjata Irak belum seluruhnya hancur, Saddam Hussein tidak lagi berani menggelar pasukan yang belum terlibat pertempuran, antara lain Garda Republik. Kekuasaan Saddam Hussein ditopang oleh dua kekuatan utama, yakni Mukhabarat (Polisi Rahasia Irak) dan Garda Republik.

Pada 23 Februari 1991 (sehari sebelum serbuan darat) pasukan Sekutu melakukan gerakan darat besar-besaran ke arah barat, memindahkan sekitar 300.000 personel, dalam persiapan penyerbuan ke pedalaman dan ke arah garis pengunduran Angkatan Darat Irak.

Pada tanggal 24 Februari 1991 mulailah serbuan Operasi “Pedang Gurun”. Pasukan Sekutu langsung menerobos garis pertahanan Irak di Kuwait, melum-puhkan pasukan-pasukan Irak di Kuwait selatan dan Kuwait City. Dua Divisi Marinir Amerika Serikat dan satu Brigade Angkatan Darat Amerika Serikat terlibat dalam bagian operasi ini. Selebihnya adalah pasukan negara-negara Arab. Pada 27 Februari 1991 pasukan- pasukan ini telah mengepung Kuwait City.

Pada 28 Februari 1991 pasukan Sekutu telah merebut Kuwait dan menguasai sebagian wilayah rak Selatan, selain menghancurkan daya ofensif ategis Irak. Maka Presiden AS, George Bush, secara sepihak menyatakan gencatan senjata, yang dengan segera disetujui Irak.

Incoming search terms:

  • pengertian perang teluk
  • apa yang dimaksud dengan perang teluk
  • apa yang dimaksud perang teluk
  • pengertian perang teluk 1
  • Arti perang teluk
  • perang teluk
  • perang teluk adalah
  • apa itu perang teluk
  • apa yg dimaksud perang teluk
  • operasi perisai gurun

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian perang teluk
  • apa yang dimaksud dengan perang teluk
  • apa yang dimaksud perang teluk
  • pengertian perang teluk 1
  • Arti perang teluk
  • perang teluk
  • perang teluk adalah
  • apa itu perang teluk
  • apa yg dimaksud perang teluk
  • operasi perisai gurun