PENGERTIAN PERKAWINAN DALAM PERSPEKTIF KOMPARATIF ADALAH – Ada tiga bentuk perkawinan mendasar yang dijumpai dalam masyarakat-masyaraka t di dunia: monogami, poligini, dan poliandri. (Beberapa sarjana telah mengemukakan adanya suatu bentuk “perkawinan kelompok”, tapi tidak bukti yang cukup bahwa bentuk ini pernah ada). Yang dimaksud dengan monogami ialah perkawinan .satu pria dengan satu wanita. Sementara ini merupakan bentuk perkawinan yang umum ditemukan pada masyarakat industri. Namun, sesungguhnya hanya kira-kira 20 persen dari seluruh masya_ rakat yang menyukai bentuk demikian itu dan melembagakannya sebagai praktek yang dibutuhkan. Bentuk perkawMan ini diperlukan pada masyarakat industri kontemporer, dan banyak masyarakat agraris telah menggunakannya sebagai praktek standar (atau malah diperlukan). Monogami agaknya terjadi sebagai bentuk perkawinan yang eksklusif dalam masyarakat di mana mempunyai istri lebih dari satu addah mahal secara ekonomis.

Namun demikian praktek perkawinan yang paling disukai dalam masyarakat manusia sebenarnya adalah poligini, yalali perkawinan satu pria dengan dua atau lebih wanita. Kira-kira 80 persen masyarakat dunia irli menyukai bentuk perkawinan demikian. Meskipun keinginan untuk poligini adalah kuat tapi praktek ini sangat dibatasi dalam masyarakat-masyarakat di mana praktek ini terjadi. Sesungguhnya, mayoritas orang dalam masyarakat poligini berakhir dengan perkawinan secara monoga.mi. Tidaklah sulit menjelaskan mengapa. demikian. Dengan adanya perbandingan rasio seks yang kirakira seimbang, maka logis tidak mungkin bagi semua laki-laki terlibat dalam perkawinan poligini. Jadi, hanya sejumlah kecil pria yang sesunggultnya mempunyai istri banyak dalam masyarakat poligini, dan mereka biasanya adalah kaum pria yang mempunyai kedudukan sosial yang tertinggi. Ada dua jenis sistem poligini yang utama yang perlu dibedakan: poligini harem (pergundikan) dan poligini pondok (hut polygyny) (van den Berghe, 1973). Poligini harem terjadi di dalam masyarakat agraris dan masyarakat hortikultur yang intensif. Penguasa politik memptmyai jumlah istri sangat banyak (harem). Akan tetapi yang jauh lebih umum adalah poligini pondok. Dalam bentuk poligini demikian, seorang pria memptmyai tidak lebih dari tiga atau empat istri. Istri-istri itu sering mempunyai rumah sendiri-sendiri, dan suami tidur bergiliran dengan mereka semua. Para istri itu sering diperingatkan menjadi istri tua (senior) dan istri muda (junior), dan biasanya ada mekanisme untuk mengurus bilamana terdapat iri hati di antara para istri itu. Poligini palMg umum ditemukan pada masyarakat hortikultur, dan juga secara luas dapat dijumpai dalam masyarakat pemburu dan peramu dan masyarakat agraris (akan tetapi, dalam masyarakat agraris pada umumnya terbatas pada kaum elit, sementara mayoritas petani sangat monogami). Bentuk ini lebih umum dalam masyarakat patrilineal bila dibandingkan dengan masyarakat matriluleal. Apa penjelasan yang dapat menjelaskan disukainya perkawinan pollgllll secara luas? Sebagian ilmuwan sosial mengemukakan suatu penjelasan sosio-biologis, yang menandaskan bahwa ini adalah akibat alamiah dari strategi reproduksi pria (van den Berghe, 1979; Hartung, 1982). Keinginan kaum pria untuk mengawini banyak wanita berasal dari suatu strategi biologis yang tidak disadari, yang berusaha untuk memaksimalkan representasi gene mereka dalam kumpulan gene total masyarakatnya. Suatu penjelasan alternatif memfokuskan pada keuntungan ekonomi bagi laki-laki yang mempunyai beberapa istri (cf. White and Buton, 1988). Apabila kaum wanita mempunyai peranan penting dalam produksi ekonomi, maka mempu nyai banyak istri berarti bahwa seorang pria dapat mengumpulkan lebih  banyak kekayaan bila dibandingkan dengan keadaan sebaliknya; dengan demikian, istri banyak dapat aset ekonomi yang besar. Penjelasan sosiobiologis dan penjelasan ekonomi itu ialah saling melengkapi, bukannya saling bersaing (van den Berghe, 1979). Keinginan yang disadari untuk meningkatkan kekayaan mungkin berakar pada bagian biogram manusia yang sama yang menuntut tujuan yang disadari.

Filed under : Bikers Pintar,