PENGERTIAN PERKEMBANGAN BIOLOGI EVOLUSIONER – Gagasan tentang evolusi — gagasan bahwa bentuk-bentuk kehidupan berkembang dari satu bentuk ke bentuk lain melalui mata rantai transformasi dan modifikasi yang tak pernah putus — tidak, sebagaimana sering diduga orang, dikemukakan untuk pertama kalinya oleh Charles Darwin. Sebenamya, gagasan kasar yang menyatakan bahwa bentuk-bentuk kehidupan berkembang dari bentuk yang satu ke bentuk lainnya diperkirakan sudah ada sejak zaman Yunani kuno, dan sejumlah pemikir sejak masa itu telah membuat postulat yang mendekati pengertian tentang asal-usul kehidupan yang bersifat evolusioner. Banyak pelopor sebelum Darwin, termasuk kakeknya sendiri, yang mengakui adanya keragaman dan diversitas kehidupan dengan mengajukan hipotesa tentang modifikasi evolusioner. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Darwin bukan orang satu-satunya yang mempercayai adanya evolusi. Keistimewaan sumbangan Darwin terhadap pemikiran evolusioner terletak pada mekanisme yang menurutnya menentukan evolusi tersebut. Mekanisme ini dia sebut sebagai seleksi alam. Gagasan tentang evolusi melalui seleksi alam ini merupakan gagasan utama dalam bukunya yang sangat terkenal Origin of Species, dan prinsip teoritis ini sekarang, akhirnya, diterima oleh semua biolog dan antropolog fisik modern sebagai kunci untuk menjelaskan proses-proses evolusioner.

Darwin telah mencapai pemahaman yang koheren (meski tidak lengkap) tentang evolusi, walaupun dia tidak mengetahui tentang proses hereditas (pewarisan karakter). Ketika dia menerbitkan bukunya Origin of Species pada tahun1859, ilmu genetika belum ada. Baru Gregor Mendel-lah yang mengemu-kakan prinsip-prinsip yang menentukan pewarisan karakter. Dia mengemukakan prinsip-prinsip tersebut berdasarkan serangkaian eksperimen terhadap tanaman kacang, dan menerbitkan temuannya pada tahun 1865. Namun, hasil karyanya tidak mendapat perhatian serius, dan Darwin serta para ilmuwan yang memperjuangkan pendapatnya terpaksa mempertahankan teori seleksi alamnya dari kritik yang menyerangnya tanpa pengetahuan yang memadai tentang proses hereditas. Kenyataan ini mengakibatkan teori ini berada dalam posisi mudah diserang sepanjang abad xix dan mengakibatkan ia tidakbanyak mendapat dukungan secara intelektual.

Namun, kenyataan ini segera berubah. Pada pergantian ke abacl_xx, prinsip-prinsip hereditas yang telah dikemukakan Mendel dibangkitkan kembali dan diterapkan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih definitif tentang bagaimana seleksi alam berlangsung secara nyata. Pada awal1930-an, ilmu genetika telah meluas ke kajian tentang sifat hereditas dalam seluruh populasi makhluk hidup, dan ilmu yang sekarang dikenal dengan genetika populasi terbentuk. Hal ini memberikan dorongan yang sangat kuat bagi teori seleksi alam, dan gagasan besar Darwin sejak saat itu dapat dipertahankan dan diuraikan secara jauh lebih definitif. Biologi evolusioner dan genetika populasi kemudian bergabung menjadi “sintesa modem”, atau disebut dengan teori evolusi sintetika modern (cf. Dobzhansky,1962; Huxley,1942;Simpson,1949,1953).

Teori sintetika modern, atau kadang-kadang disebut juga neo-Darwinisme, memberikan landasan intelektual penting dan melaluinya para biolog evolusioner kontemporer memahami proses evolusi biologis. Namun, landasan intelektual tersebut. Sebagai contoh, Niles Eldredge dan Stephen Jay Gould (1972; Gould dan Eldredge,1977) menantang asumsi neo-Darwinis yang menyatakan bahwa modifikasi-modifikasi evolusioner berlangsung lamban dan bertahap. Sebagai gantinya, dia mengajukan perspektif yang mereka sebut theory of punctuated Perspektif ini menyatakan bahwa evolusi biologis terjadi dengan modifikasi yang cepat dan tiba-tiba, berlawanan dengan yang terjadi pada organisme yang tidak berubah.

Namun, tantangan terhadap teori sintetika modern ini, sebagaimana juga tantangan lainnya, masih sangat kontroversial dan belum dapat diterima oleh kebanyakan biolog evolusioner (cf.Stebbins dan Ayala, 1981; Futuyma, 1986). Dengan alasan ini, dan karena penulis buku ini tidak dapat diyakinkan oleh kebanyakan argumen para penantang neo-Darwinisme, maka pandangan tentang evolusi biologis yang disajikan di sini adalah pandangan sintetika modern.

Filed under : Bikers Pintar,