Advertisement

Mata pencarian berburu-meramu sebagai suatu model dalam tipe sosial budaya masyarakat berburu-meramu merupakan aktivitas yang sudah sejak lama ada, bahkan telah muncul pada zaman prasejarah. Oleh sebab itu, para ahli sejarah, arkeologi dan bahkan antropologi pada 1950-an menyatakan bahwa tipe mata pencarian berburu-meramu merupakan awal dari bentuk masyarakat yang kemudian berevolusi menjadi masyarakat bermata pencarian lainnya seperti bercocok tanam dan jasa.

Pernyataan tersebut menimbulkan anggapan bahwa masyarakat dengan tipe sosial berburu-meramu merupakan masyarakat yang posisinya terendah dalam urutan perkembangan kebudayaan, dan pada masa kemudian akan naik peringkatnya menjadi masyarakat dengan tipe sosial budaya bercocok tanam. Namun, dalam kenyataannya ada masyarakat berburu-meramu yang dalam satu kurun waktu menjalankan pula kehidupan sebagai masyarakat bercocok tanam dan bahkan masyarakat jasa sebagaimana terdapat di perkotaan. Keadaan semacam ini sudah tentu tidak mudah untuk dirunut untuk masa prasejarah, karena yang ditinggalkan hanya berupa benda-benda mati tanpa masyarakatnya yang hidup. Oleh sebab itu, kehidupan masyarakat prasejarah yang dikemukakan di sini harus dipahami sebagai gambaran yang tidak selengkap gambaran dari masyarakat tradisional yang masih hidup di Indonesia.

Advertisement

Dalam perkembangan prasejarah, bekas-bekas peninggalan budaya dari masyarakat dengan pola hidup berburu-meramu banyak ditemukan seperti benda-benda mesolitik temuan J. Roeder tahun 1937 di gua Dudumunir di Pulau Arguni (Teluk Berau), Papua. Di gua tersebut ditemukan alat-alat serpih yang dikerjakan pinggir-pinggirnya, yang dikenal dengan istilah retouched flakes. Di antara temuantemuan tersebut ditemukan pula mata panah, mata tombak dan penggaruk, bahkan tembikar. Pembuatan alat-alat serpih tersebut masih dikerjakan oleh penduduk pada masa sekarang seperti suku bangsa Tapiro, Utakwa, dan Pesekhem.

Hal lainnya yang menggambarkan kehidupan Mesolitik ialah adanya lukisan-lukisan pada dinding gua dari gayaTabuniletin (Kokas, Teluk Berau). Lukisanlukisan tersebut menggunakan cat merah terutama berupa sejumlah cap tangan dan kaki, yang persamaannya dapat dilihat pada lukisan dinding gua di Maros Sulawesi Selatan. Lukisan-lukisan tersebut dapat diduga merupakan perkembangan terakhir dari kebudayaan Mesolitik.

Selain itu, dari beberapa masa Neolitik ditemukan peninggalan-peninggalannya dalam jumlah cukup banyak, khususnya di daerah Papua, dan pengerjaannya masih dipakai sampai sekarang. Peninggalan Neolitik tersebut banyak ditemukan di daerah gunung Hagen (Papua Tengah). Unsur lain sebagai bagian dari masa Neolitik ialah temuan tembikar yang terdapat di Papua yaitu di Gua Dudumunir, di daerah Ajambori (sekitar Manokwari), di semenanjungTiakhnukh (dekatjayapura), dan di Sabron (sebelah barat danau Sentani). Temuan pecahan periuk ini semuanya berwarna merah dan pembuatannya sangat kasar.

Selain dari pengaruh Mesolitik dan Neolitik, di Indonesia juga terdapat pengaruh Megalitik seperti di daerah Papua. Keberadaan benda-benda perunggu di Papua sangat memengaruhi tingkat pola hidup selanjutnya. Tempat-tempat penemuan benda-benda perunggu tersebut antara lain di daerah danau Sentani. Di daerah Asei dan Kwadewara ditemukan pula kapak corong dari tipe umum. Pada kapak corong tersebut terdapat tiga buah lubang di tangkainya, yang pada dasarnya dipergunakan untuk memperkuat ikatan gagang kayu. Selain itu, kapak corong ditemukan di daerah Sorong yang menggambarkan bentuk-bentuk seperti kapak perunggu di Cina.

Sistem mata pencarian yang tertua dalam sejarah kehidupan manusia adalah berburu dan mengumpulkan makanan. Pada awalnya, untuk mendukung sistem mata pencarian itu, manusia hanya menggunakan alat-alat yang sederhana yang dibuat dari batu, tulang, kayu, dan bambu. Tidak semua bukti teknoiogi yang digunakan sampai kepada kita saat ini, karena sebagian telah mengalami kerusakan, terutama yang dibuat dari bahan organik. Bukti-bukti yang dapat ditemukan kembali terutama adalah alat-alat batu dan beberapa alat dari tulang.

Incoming search terms:

  • jelaskan teknologi maayarakat berburu
  • jelaskan teknologi masyarakat berburu

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • jelaskan teknologi maayarakat berburu
  • jelaskan teknologi masyarakat berburu