PENGERTIAN PERNILIKAN SEIGNEURIAL – Walaupun pemilikan oleh pemimpinmenghadirkan perkembangan signifikan ke arah pemilikan pribadi, Ia banyak memiliki karakteristik pemilikan oleh keluarga besar dan tidak dapat dikatakan seb agai pola pemilikan pribadi yang sebenarnya. Pemilikan pribadi yang sebenarnya tercapaimelalui evolusi menjadi pemilikan Seigneurial. Pemilikan Seigneurial muncul manakala sekelompok kecil orang, umumnya dikenal sebagai tuan tanah (bahasa Perancisnya seignuers), mengklaim pemilikan pribadi atas bidang tanah di mana diatasnya hidup dan bekerja para petani dan budak yang membayar rente, pajak dan berbagai pengabdian tenaga kepada para tuan tanahnya. Tidak ada hal yang dibuat-buat dalam hal jenis pemilikan ini, karena para tuan tanah mempunyai kekuasaan tak terbatas terhadap orang lain dalam memanfaatkan tanah, dan orang tersebut seringkali tidak menentukan keputusan harian tentang bagaimana tanah harus dipergunakan secara produktif.

Pemilikan Seigneurial merupakan karakteristik kebanyakan masyara-kat agraris berskala besar, walaupun kadang-kadang terdapatjuga dibeberapa masyarakat hortikultura intensif tertentu. Jelaslah bahwa pola ini berhubungan dengan pola produksi pertanian yang sangat intensif. Pada masyarakat Eropa zaman pertengahan, di bawah sistem ekonomi politik yang dikenal dengan feudalisme, pemilikan Seigneurial berlaku selama beberapa abad antara jatuhnya Kekaisaran Romawi dan muncul kapitalisme modern. Mengikuti Max Weber ( 1978; aslinya 1923), Eric Wolf ( 1966) menyebut karakteristik jenis pemilikan Seigneurial masyarakat Eropa zaman pertengahan dengan pemilikan patrimonial. Dalam jenis pemilikan ini, tanah dimiliki secara pribadi oleh kelas tuan tanah yang mewarisinya melalui garis keluarga dan secara pribadi mengatur penanamannya. Wolf mengidentifikasi jenis lain dari pemilikan Seigneurial yang disebutnya pemilikan prebendal. Pemilikan prebendal ada ketika tanah dimiliki oleh pemerin4h yang kuat dan menunjuk para pejabat untuk mengawasi penanamannya dan menarik hasil darinya. Seperti dikatakan Wolf, pemilikan prebendal “pada umumnya berhubungan dengan adanya negara birokratis terpusat — seperti Kekaisaran Sasanid Persia, Kekaisaran Ottoman, Kekaisaran Mogul di India dan Cina tradisional. Pengorganisasian politik kekaisaran ini berusaha membatasi hak pewarisan tanah dan menarik upeti, dan sebagai gantinya menegaskan hak penuh pemerintah, raja lalim, yang tidak mengakui semua kekuasaan yang berada dibawahnya.

Filed under : Bikers Pintar,