Advertisement

MONOPOLISTIC COMPETITION OR IMPERFECT COMPETITION OR IMPERFECT MARKET / PERSAINGAN MONOPOLISTIK ATAU PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA ATAU PASAR TIDAK SEMPURNA adalah suatu jenis STRUKTUR PASAR (MARKET STRUCTURE). Suatu pasar monopolistik kompetitif mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
(a) banyak perusahaan dan pembeli, yaitu, pasar terdiri dari sejumlah besar perusahaan dan pembeli yang bertindak secara bebas.
(b) produk yang dibedakan, yaitu, produk-produk yang ditawarkan oleh perusahaan yang bersaing memiliki perbedaan dalam satu atau lebih hal antara satu produk dengan yang lainnya. Perbedaan-perbedaan ini mungkin dalam hal fisiknya, yaitu, yang meliputi penampilannya, atau hanya dapat dibayangkan, yaitu, perbedaan-perbedaan yang diciptakan melalui IKLAN (ADVERTISING) dan PROMOSI PENJUALAN (SALES PROMOTION) (lihat PRODUCT DIFFERENTATION) .
(c) pasar yang bebas dimasuki dan ditinggalkan, yaitu, pasar yang tidak memiliki HAMBATAN-HAMBATAN UNTUK DIMASUKI (BARRIERS TO ENTRY) oleh perusahaan-perusahaan baru atau hambatan-hambatan bagi perusahaan- perusahaan yang sudah ada di dalam pasar tersebut untuk ke luar. (Tidak ada kelonggaran yang dibuat dalam teori persaingan monopolistik untuk suatu kenyataan bahwa pembedaan produk melalui penciptaan loyalitas MEREK DAGANG (BRAND LOYALTIES) yang kuat untuk produk-produk perusahaan yang sudah maju mungkin dapat merupakan suatu hambatan untuk memasuki pasar produk yang bersangkutan).
Terlepas dari aspek-aspek pembedaan produk, persiangan monopolistik secara struktur sangat mirip dengan PERSAINGAN SEMPURNA (PERFECT COMPETITION). Analisis keseimbangan perusahaan indiviUual dalam persaingan monopolistik dapat dinyatakan dalam suatu perusahaan “perwakilan” yaitu, semua perusahaan diasumsikan akan menghadapi biaya dan keadaan permintaan yang identik, dan masing-masing perusahaan berusaha untuk memaksimalisasi labanya (lihat PROFIT MAXIMIZATION) yang akan memungkinkan terjadinya suatu posisi keseimbangan pasar. Pentingnya pembedaan produk adalah: (a) tiap perusahaan mempunyai pasar yang berbeda dengan pasar perusahaan-perusahaan pesaingnya; yaitu, tiap perusahaan menghadapi suatu kurva permintaan yang berkemiringan negatif (D dalam Gambar 120a), walaupun adanya produk-produk substitusi yang bersaingan secara dekat (suatu ELASTISITAS SILANG PERMINTAAN (CROSS-ELASTICITY OF DEMAND) yang tinggi)) ini akan menyebabkan kurva ini secara relatif elastis, (b) struktur biaya perusahaan (BIAYA MARJINAL (MARGINAL COST)) dan BIAYA RATA-RATA (AXERAGE COSTS)) meningkat sebagai hasil dari pengeluaran-pengeluaran pembedaan (BIAYA- BIAYA PENJUALAN (SELLING COSTS)).
Suatu perusahaan pencipta laba maksimal akan berusaha berproduksi pada tingkat harga (OP) dan pada tingkat output (OQ) sebagaimana ditunjukkan dalam Gambar 120a, di mana pada kombinasi harga dan output tersebut biaya marjinal (MC) dan PENDAPATAN MARJINAL (MARGINAL REVENUE) (MR) sama. Dalam jangka pendek keadaan tersebut dapat menghasilkan LABA DI ATAS NORMAL (ABOVE-NORMAL PROFITS) . Dalam jangka panjang, laba di atas normal akan menyebabkan peusahaan-perusahaan baru memasuki pasar, yang kemudian akan menyebabkan kurva permintaan perusahaan-perusahaan yang sudah ada dalam pasar tersebut menurun (yaitu, mendorong kurva permintaan ke arah kiri, yang mengakibatkan turunnya volume penjualan pada tingkat harga yang berlaku). Proses masuknya perusahaan-perusahaan baru akan berlangsung sampai laba lebih yang diperoleh sebelumnya tidak ada lagi. Gambar 120b memperlihatkan posisi keseimbangan jangka panjang dari perusahaan perwakilan. Perusahaan terus memaksimalisasi labanya pada tingkat harga (OPe) dan pada tingkat output (OQep), di mana biaya marjinal sama dengan pendapatan marjinal, akan tetapi sekarang hanya memberikan suatu LABA NORMAL (NORMAL PROFIT) . Posisi laba yang normal dari perusahaan untuk jangka panjang adalah sama dengan posisi keseimbangan jangka panjang perusahaan tersebut dalam persaingan sempurna. Akan tetapi persaingan monopolistik akan menghasilkan suatu KINERJA PASAR (MARKET PERFORMANCE) yang kurang efisien bila dibandingkan dengan persaingan sempurna. Khususnya bagi perusahaan monopolistik yang bersaing untuk memproduksi tingkat output yang lebih rendah dan menjual output tersebut dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga-harga output perusahaan yang bersaing secara sempurna. Karena kurva permintaan mempunyai kemiringan negatif, maka kurva itu harus menyinggung kurva biaya rata-rata jangka panjang (yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan kurva biaya perusahaan yang bersaing secara sempurna karena adanya penambahan biaya-biaya penjualan) di sebelah kiri pada titik yang terendah dari kurva biaya rata-rata. Oleh karena itu perusahaan mengoperasikan suatu pabrik dengan skala kurang dari optimum dan hasilnya adalah KELEBIHAN KAPASITAS (EXCESS CAPACITY) dalam pasar yang bersangkutan.

Incoming search terms:

  • pengertian monopolistik competition
  • pasar monopolistic competition
  • pasar monopolitic competation
  • Pengertian persaingan monopolistik
  • pengertian monopolistic competition market
  • pasar monopolistic competation
  • Kurva kombinasi harga/output dalam persaingan monopolistik
  • istilah dari monopolistik competition
  • definisi persaingan monopolostik
  • definisi monopolistic competition

Advertisement
Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian monopolistik competition
  • pasar monopolistic competition
  • pasar monopolitic competation
  • Pengertian persaingan monopolistik
  • pengertian monopolistic competition market
  • pasar monopolistic competation
  • Kurva kombinasi harga/output dalam persaingan monopolistik
  • istilah dari monopolistik competition
  • definisi persaingan monopolostik
  • definisi monopolistic competition