PENGERTIAN PERSPEKTIF BARU DALAM SISTEM KASTA – Istilah kasta umumnya berkenaan dengan bentuk kaku dari stratifi-kasi yang ditandai oleh adanya strata sosial endogamus (dalam perka-winan), yang mempraktekkan penolakan ritual terhadap sesarna dan tidak memungkinkan terjadinya mobilitas. Sistem kasta atau sistem yang mirip dengannya diperkirakanjuga terjadi dalam b eberapa masyarakat Hindu di India sejak 2000 tahun silam. Dalam ideologi Hindu, sistem kasta menggariskan bahwa “tiap individu telah ditakdirkan pada kedudukan tertentu dalam masyarakat, dan berhubungan clengan kasta lain adalah ‘najis’, kawin campur antar kasta dilarang, dan kehidupan sosial diatur dengan sistem kasta” (McCord and McCord, 1977 :30). Lima kasta umum telah membentuk struktur masyarakat India: (1) Brahma atau rohaniwan dan tuan tanah; (2)Ksatria atau pemimpin politik dan pahlawan; (3)Vaisya atau pekerja dan pedagang; (4)Sudra, pelayan, buruh dan petani; dan (5) Harijan, individu yang hina dan naji.s. Lima kasta utama atau Varna bukan merupakan unit fungsi dasar dari sistem kasta. Unit dasar itu adalah jati atau sub-kasta. Tiap varna terbagi menjadi ratusan jati. Jati adalah kelompok sosial yang mengatur seluruh aspek kehidupan keseharian individu; tempat dimana individu bekerja dalam sistem perekonomian, mengatur perkawinan dan keluarga, mengatur ritus keagamaan, menetapkan pantangan dan sanksi terhadap pelanggarannya, dan seterusnya.

Sistem kasta Hindu merupakan bentuk rumit dan kaku dari stratifikasi di dunia ini. Sistem ini kemungkinan juga merupakan fenomena sosial yang paling sedikit dimengerti dalam ilmu sosial. Banyak usaha berpuluh tahun telah dilakukan untuk menjelaskan asal usul sistem yang unik ini, tetapi konsensus dari para teorilisibelum pernah tercapai. Hal ini disebabkan sejarah India tertutup dalam misteri, tidak ada penjelasan yang dapat memecahkan masalah yang kompleks dan besar ini.

Pertanyaan lain mengenai sistem kasta i_ni, seperti pada tatanan stratifikasi kompleks lainnya, berhubungan dengan eksploitasi ekonomi. Pandangan tradisional beranggapan bahwa sistem kasta adalah sistem status yang rumit yang berlandaskan konsensus sosial. Semua anggota kasta, sebagaimana telah dikatakan, memandang sistem kasta sebagai sesuatu yang positif karena mereka melihat bahwa sistem kasta memajukan kepentingan-kepentingan semua kelompolc, dan rnengkon-tribusikan harmoni sosial yang fundamental. Namun dalam tahuntahun terakhir, pandangan tradisional ini mulai ditentang. Mencher yakin bahwa Harijan tidak menerima identitas hina tersebut. Dan ada bukti-bukti bahwa mereka sangat benci akan hal itu. Lebih dari itu, Mencher mendapatkan bukti bahwa Harijan beranggapan bahwa keadaan perekonomian mereka yang miskin adalah karena eksploitasi tuan tanah yang kaya. Ketika Mencher bertanya kenapa hal itu bisa terjacli, Harijan sering menunjuk kepada konsentrasi pemilikan tanah di kalangan anggota kasta yang lebih tinggi, atau menyebut kemampuan anggota kasta tinggi menggunakan kekuatan untuk mengalahkan mereka. Berdasarkan pendapat para Harijan dan observasi Mencher Menyimpulkan (1980;291):Hal yang selalu gagal dimengerti adalahsampai sejauh mana hubungan kekuasaan mendominasi kehidupan di desa-desa India. Ketakutan akan penindasan dan penggunaan kekerasan telah mendorninasi pikiran dan hati lebih dari apa yang terlihat dalam kehidupan desa tradisionil India. Jika hal ini bertar, maka akan mudah untuk membayangkan bagaimana nasib kasta hina pada waktu lampau, di desa yang didominasi 1 atau 2 keluarga kaya. Walaupun tuan tanah tampil simpatik danrarnah, harijan tahubetul bagaimana mudahnya keramahan ituberubah menjadi kebencian dan penin dasan yang menguasai perilaku mereka.

Filed under : Bikers Pintar,