PENGERTIAN PERTANIAN DI EROPA

8 views

Lebih dari setengah daratan Eropa di­gunakan untuk pertanian. Pertanian menyerap lebih banyak tenaga kerja dibanding dengan semua bidang kegiatan yang lain. Seperenam penduduk hidup bertani. Sebagai perbandingan, sekitar seperduapuluh penduduk Amerika Serikat dan Kanada hidup bertani.

Beberapa daerah pertaniannya termasuk yang ter­kaya dan tersubur di dunia. Daerah pertanian Eropa Barat menghasilkan produksi yang lebih tinggi dari­pada daerah di Amerika Serikat. Produksi total ta­hunannya sama dengan produksi dari Amerika Utara sekalipun areal pertaniannya kurang dari separo areal pertanian Amerika Utara.

Banyak petani di Eropa Barat dan Soviet Eropa menggunakan peralatan canggih dan teknik yang sa­ngat ilmiah. Zat hara tanah selalu diperkaya dengan pupuk. Selain itu, selalu dilakukan rotasi tanaman un­tuk menjaga kelestarian tanah. Namun di bagian se­latan Eropa Barat dan Eropa Timur, petani belum menggunakan peralatan canggih. Produksinya pun le­bih rendah daripada wilayah Eropa yang lain.

Produksi makanannya hampir cukup untuk mem­buat Eropa berswasembada. Hanya seperlima ke­butuhan makanannya diimpor dari seberang lautan. Mata dagang impor ialah hasil tanaman tropis, yakni kopi dan cokelat. Banyak negara Eropa mengkhusus­kan diri dalam menghasilkan produksi pertanian ter­tentu. Mereka saling melengkapi dengan berdagang antarsesamanya. Belanda misalnya mengekspor hasil- hasil susu, sebaliknya mengimpor gandum dari negara Eropa lainnya.

Satu areal pertanian luasnya sekitar 12 hektar. Sebagai perbandingan, luas satu areal pertanian di Amerika Serikat sekitar 178 hektar. Namun daerah pertanian milik negara, di Uni Soviet, dapat menca­pai 30.400 hektar. Uni Soviet termasuk negara peng­hasil produksi pertanian yang terbesar di dunia.

Hampir semua areal pertanian di Eropa Barat di­miliki pihak swasta. Kebanyakan petani di negara ini memiliki tanah yang digarapnya. Namun di negara ter­tentu seperti Belgia dan Britania Raya, separo dari jumlah petani menyewa tanah dari para pemilik ta­nah. Di banyak negara Eropa Barat, para petani mengorganisir koperasi pertanian dan organisasi ini­lah yang mengumpulkan dan menjual hasil pertanian. Dengan adanya organisasi ini, ongkos penjualan me­nurun, harga tak dapat dipermainkan, dan pendapat­an meningkat. Di Denmark dan Swedia, para petani bahkan menggunakan satu peralatan yang sama secara bergantian.

Tanaman pertanian yang diusahakan gandum, ken­tang, bit, dan gandum hitam. Selain itu juga ditanam jagung, kacang, tembakau, dan batang linen. Gan­dum adalah tanaman pertanian terpenting. Negara- negara sekitar Laut Tengah menjadi produsen terpen­ting minyak zaitun. Mereka juga membudidayakan buah sitrun, kurma, anggur, dan buah ara.

Ternak yang dipelihara ialah sapi, babi, domba, dan unggas. Industri susu penting di negara Eropa Utara seperti Belanda, Inggris, Denmark. Di Eropa Barat juga dihasilkan sapi dan domba unggul.

Industri perikanan Eropa menjadi sumber pangan penting untuk seluruh Eropa. Daerah perikanan uta­ma ialah Laut Utara, Atlantik, an Arktik. Armada penangkapan ikan Eropa memasok sepertiga kebutuh­an ikan dunia. Negara perikanan yang masuk dalam 10 besar ialah Uni Soviet, Denmark, dan Norwegia.

 

Stagnasi Ekonomi Pertanian Eropa Timur dan Glasnost.

Negara memiliki hampir semua areal per­tanian di Eropa Timur, kecuali di negara Polandia dan Yugoslavia. Di dua negara tersebut, lebih dari 80 per­sen areal pertanian dimiliki pihak swasta.

Untuk lebih mengembangkan usaha pertanian, serta untuk membentuk jaringan perdagangan hasil perta­nian, dibentuk beberapa organisasi pertanian. Orga­nisasi semacam ini dapat dilihat dengan jelas di Eropa Timur dan praktis menguasai hajat hidup para peta­ni dalam pengertian negatif. Mengapa? Maksud per­tama ialah untuk memajukan ekonomi tetapi sebalik­nyalah yang terjadi. Hal ini terutama karena para pe­tani tidak menjadi faktor yang diperhitungkan dalam penentuan harga pasar. Kebijaksanaan ekonomi ha­nya berlandaskan paham from each according to his deeds, to each according to his needs. Berpegang pa- da paham ini, dari setiap orang dituntut prestasi ker­ja setinggi-tingginya, tetapi kepadanya hanya diberi­kan apa yang menjadi kebutuhannya.

Dua jenis usaha pertanian milik pemerintah di Eropa Timur ialah pertanian kolektif dan pertanian negara. Pada pertanian kolektif, pemerintah menen­tukan jumlah produksi, sedangkan para petani me­nyewa atau membeli peralatan dari pemerintah. Pen­duduk yang bekerja di areai pertanian semacam itu menerima upah dan keuntungan dari hasil produksi bersama tersebut. Pertanian negara ditangani oleh pe­gawai pemerintah. Mereka menerima upah tetapi ti­dak menerima keuntungan atau pembagian saham dari keuntungan hasil produksi. Keluarga pada banyak per­tanian kolektif dan pertanian negara masing-rnasing diberi sebuah rumah kecil serta sebidang tanah yang boleh diusahakan untuk kepentingan sendiri.

Kebijaksanaan ekonomi pertanian, yang menyebab­kan stagnasi, ini rupanya mulai disadari pihak Uni So­viet. Maka pada awal 1987, Mikhail Gorbachev me­lancarkan kebijaksanaan baru, Glasnost atau “keter­bukaan”. Dengan itu dimulailah era baru untuk menghadapi stagnasi dan inefisiensi ekonomi. Hak mi­lik perlahan-lahan mulai diakui. Petani dirangsang menjual hasil pertanian dengan harga lebih tinggi. Na­mun kebijaksanaan baru tersebut pada gilirannya me­nimbulkan pertentangan di masyarakat Soviet dan Eropa Timur, yang menganggapnya sebagai penyele­wengan dari ajaran Komunis menuju ekonomi kapitalis Blok Barat.

Incoming search terms:

  • pertanian di eropa
  • Hasil pertanian di eropa barat
  • hasil pertanian eropa barat
  • hasil pertanian yang utama di eropa adalah
  • jelaskan tentang pertanian di benua eropa
  • hasil pertanian yang utama di eropa
  • pertanian eropa
  • hasil pertanian utama di eropa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *