Advertisement

Gabriel Marcel, seorang filsuf kelahiran Paris (1889—1973), mengemukakan hakikat pertemuan atau kehadiran dan cinta. Kodrat sosial manusia atau hubungannya dengan orang lain, yang hanya berdasarkan kecenderungan-kecenderungan biologis dan psikologis manusia, tidak menghasilkan hidup bersama yang sejati. Orang yang mengikuti kecenderungankecenderungan itu mewujudkan hubungan dengan orang lain atas taraf biologis dan psikologis, tetapi belum tentu mereka bertemu dengan orang lain sebagai pribadi, sebagai persona. Dan inilah yang menentukan arti kodrat sosial manusia, yakni bahwa aku sebagai pribadi bertemu dengan orang lain sebagi pribadi. Maka hubungan antara orang dianggapnya sebagai hubungan personalistis. “Kehadiran” ini direalisasikan secara istimewa dalam cinta. Di sini “Aku” dan “Engkau” mencapai taraf “Kita”. Dalam taraf “Kita”, “Aku dan “Engkau” diangkat menjadi’ suatu kesatuan baru yang tidak mungkin dipisahkan ke dalam dua bagian.

Pertemuan antara dua orang dapat membangkitkan rasa cinta. Pertemuan yang merupakan kontak antara dua orang ialah antara “Aku” dan “Engkau”, yang saling membuka hati melalui gerak dan kata. Dalam pertemuan teriadi saling membuka hati, saling menyerahkan diri, terbuka, dan jujur. Dalam pertemuan pikiran-pikiran egoistis dilepaskan, sebaliknya dibangkitkan kesediaan dalam situasi bersama. Hubungan “Aku” dengan “Engkau” adalah hubungan dinamis, berkernbang, yang dimulai dengan kepercayaan sampai lebih nyata dalam cinta dan persahabatan.

Advertisement

Hubungan antara dua orang memuncak dalam hubungan cinta. Asal mula hubungan cinta itu adalah anugerah Tuhan. Syarat cinta ialah kerendahan hati pada orang yang memanggil, kesediaan pada orang yang dipanggil. Dalam cinta unsur individualitas masih tetap ada5 hanya ditutupi dengan berbagai pengorbanan, tetapi demi cinta pula. Cinta tidak dapat diukur secara objektif. Bahkan sulit sekali untuk mengetahui apakah saya seqdiri mencintai seorang lain atau tidak karena cinta mencakup seluruh eksistensi manusia.

Dalam cinta timbul communion, kebersamaan yang sungguh-sungguh komunikatif, “mencintai” selalu mengandung suatu imbauan (invocation) kepada sesama. Kebersamaan dalam cinta ini, menurut kodratnya, harus berlangsung terus, tidak terbatas pada satu saat saja. Karena itu, dalam pengalaman cinta terkandung juga bahwa “Aku” mengikat diri dan tetap setia. Kesetiaan itu sanggup mernbarui dan memperkokoh cinta.

Akan tetapi, suatu saat cinta dapat putus secara mendadak karena adanya pengkhianatan terhadap partner dalam cinta. Bila yang dicintai tidak cocok dengan gambaran semuia tentang dia, ia tetap dapat dicintai. Tetapi pada suatu saat mungkin ia mengakui: Aku ditipu. Ini hanya membuktikan bahwa dalam cinta, tetap ada kemungkinan untuk memandang adanya pelaku ketiga. Ini merupakan kritik dan kewaspadaan terhadap cinta. Untuk lebih waspada, perlu dikaji konsep cinta dalam ajaran agama.

Incoming search terms:

  • pengertian pertemuan
  • Arti pertemuan
  • pertemuan dan cinta
  • pertemuan cinta adalah

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian pertemuan
  • Arti pertemuan
  • pertemuan dan cinta
  • pertemuan cinta adalah