PENGERTIAN PERUBAHAN BELAKANGAN INI TLALANT HUBUNGAN ORANG TUA – ANAK – Revolusi keluarga yang terjadi mencakup bukan saja perubahan dalam hu-bungan perkawinan, tapi sama pentingnya ialah perubahan dalam Sifat hu-bungan antara orang tua dengan anak-anak mereka, khususnya anak-anak remaja. Hubungan-hubungan itu telah berubah sejak lama, tetapi dalam dua atau tiga dekade yEmg lalu perubahan-perubahan itu telah terjadi sangat cepat. Perubahan-perubahan itu adalah dalam arah semakin berkurangnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak, dan semakin terpisahnya orang tua dan anak-anak mereka ke dalam dua dunia yang berbeda. Sebagai dikemukakan oleh Shorter (1975), anak-anak sekarang ini terperangkap di dalam suatu subkultur remaja yang selanjutnya, paling tidak, akan berperan dalam membentuk nilai-nilai dasar yang sama bobotnya dengan ajaran orang tua mereka. Para orang tua agaknya semakin tidak relevan sebagai pendidik dan guru anak remaja, dan banyak anak remaja memandang para orang tua mereka (dan anggota-anggota generasi yang lebih tua pada umumnya) sedikit saja mewariskan nilai kepada mereka. Menurut Shorter (1975: 276-277), kita sedang menyaksikan

suatu pergeseran yang mendasar dalam kesediaan para remaja untuk belajar dari para orang tua mereka. Dalam tahun 1960-an, hubungan-hubungan di antara generasi-generasi mulai mengalami evolusi yangsama yartg dialami oleh kekerabatan pada masa lalu: dari fungsi ke persahabatan. Pada puncak perkembangan keluarga batih modern, beban pengalihan nilai dan sikap yang utama kepada anak-anak muda terletak pada para orang tua, dan aturan-aturan permainan dipelajari dalam ruang serambi yang akrab pada malam hari yang tak terhitung sekitar tempat kediaman. Tapi ketika keluarga pasca-modern menyibukkan kita, para orang tua mulai kehilangan peranan mereka sebagai pendidik. Tugas itu malah berlalu ke kaumbangsawan, dan dengan pengalihan itu berlalu pula perasaan keluarga sebagai suatu lembaga yang terus sepanjang waktu, suatu mata rantai penghubung melintasi generasi-generasinya. Para orang tua menjadi kawan (suatuhubunganafektif),bukansebagai wakil keturunan (suatu hubungan fungsional). Jika demikian halnya, maka kita sedang berurusan dengan suatu pola yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sebagaimana ditandaskan Shorter, revolusi hubungan orang tua-anak agaknya merupakan suatu jenis gejala “tarik dorong” (push-pull). Anak-anak telah ditarik menjauh oleh perkembangan suatu kebudayaan remaja independen yang masif, tapi agaknya juga telah didorong ke luar dari keluarga sebagai akibat dari perubahan-perubahan mendasar yang dialaminya. Singkatnya, para orang tua agaknya tidak mempunyai waktu bagi anak-anak mereka sebagaimana yang pernah mereka lakukan. Andaikan keluargaberkarir rangkap itu telah menjacli suatu bentuk kehidupan keluarga yang penting, maka adalah sulit bagi orang tua manapun untuk memperoleh waktu sebagaimana dahulu untukmelakukan’sosialisasi dan pengasuhan yang intensif. Dengan demikian, keeratan hubungan antara para orang tua dan anak-anak mereka yang khas pada masa lalu sekarEmg i11i semakin menghilang, dan hal itu membuat tarikan subkultur remaja semakin menggoda.

Filed under : Bikers Pintar,