PENGERTIAN PERUBAHAN PERILAHU YANG TETAP PENTING DALAM CBT

Seiring terapi perilaku bergerak menjadi kognitif, penting untuk diingat bahwa banyak peneliti kontemporer tetap meyakini bahwa berbagai prosedur behavioral lebih memiliki kekuatan dibanding berbagai prosedur yang sangat verbal untuk memengaruhi proses-proses kognitif yaitu mereka lebih memilih teknik-teknik behavioral seraya tetap meyakini bahwa penting untuk mengubah keyakinan seseorang agar perubahan perilaku dan emosi yang terjadi dapat bertahan lama. Bandura menyarankan agar semua prosedur terapeutik, sejauh prosedur tersebut efektif, melakukan perbaikan dengan memberikan rasa keahlian dan self-efficacy pada klien. Pada saat yang sama ia menemukan bahwa cara yang paling efektif untuk mendapatkan rasa selfefficacy (yang jelas merupakan konsep kognitif) adalah dengan mengubah perilaku yang tampak. Terlepas dari apakah kita meyakini bahwa self-efficacy merupakan hal penting seperti halnya diyakini Bandura, dapat ditarik suatu perbedaan antara prosesproses yang mendasari perbaikan (kognisi, menurut Bandura) dan prosedur yang memicu bekerjanya proses-proses tersebut (perilaku baru).

Para terapis perilaku kognitif tetap berpedoman pada behavioral dalam menggunakan berbagai prosedur berbasis performa dan dalam komitmen mereka terhadap perubahan behavioral, namun mereka tetap penganut kognitif dalam keyakinan mereka bahwa perubahan kognitif (a.l., meningkatnya self-efficacy) merupakan mekanisme penting yang berperan dalam efektivitas—minimal beberapa—prosedur behavioral. Kognisi dan perilaku tetap saling memengaruhi secara timbal balik—perilaku baru dapat mengubah pemikiran, dan cara-cara berpikir baru pada gilirannya dapat memfasilitasi perilaku baru. Selain itu, lingkungan memengaruhi pemikiran dan tindakan dan sebaliknya dipengaruhi oleh keduanya. Model ini, yang oleh Bandura disebut ketimbalbalikan triadik, (triadic reciprocality) menggarisbawahi saling keterkaitan yang erat antara pemikiran, perilaku, dan lingkungan.

Filed under : Bikers Pintar,