Advertisement

Adalah pabrik bahan peledak yang terletak di dekat pangkalan udara TNI-AU Tasikmalaya, Jawa Barat. Perusahaan ini merupakan pabrik bahan peledak pertama dan satu-satunya di Indonesia sampai saat ini (1988).

Pada bulan November 1960, ditandatangani suatu kontrak kerja sama antara Pemerintah RI yang diwakili TNI-AU dan pabrik senjata Hispano Suiza yang berkedudukan di Jenewa, Swis, untuk mendirikan pabrik roket dengan nama Proyek Menang. Pabrik roket itu mulai dibangun pada bulan Mei 1964. Dua tahun kemudian, dimulai usaha untuk melatih personel yang akan menggantikan tenaga-tenaga asing di pabrik roket itu.

Advertisement

Pada tanggai 22 Oktober 1966, Panglima TNI-AU meresmikan Proyek Menang menjadi pabrik roket dan bahan peledak untuk keperluan sipil, seperti damotin dan geodin. Tanggal 22 Oktober 1968, di dalam lingkungan pabrik Dahana diresmikan pabrik sumbu yang memproduksi dua macam sumbu, yaitu sumbu api (safety fuse) dan sumbu ledak {detonating fuse). Terhitung mulai tanggal 1 Oktober 1973, Dahana ditetapkan sebagai Perusahaan Umum (Perum) sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 36 tahun 1973.

Pabrik bahan peledak ini pada tanggal 5 Maret 1976 mengalami musibah, sehingga sebagian pabrik mengalami kerusakan berat dan untuk beberapa saat berhenti berproduksi. Tetapi kerusakan dapat diperbaiki, dan pabrik tersebut dapat berfungsi kembali. Saat ini, sebagian besar kebutuhan bahan peledak serta sumbunya di tambang-tambang seluruh Indonesia dapat dipenuhi oleh Perum Dahana.

Incoming search terms:

  • arti hispano zuisa
  • Pabrik Roket pertama di Indonesia menang tasikmalaya jabar

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • arti hispano zuisa
  • Pabrik Roket pertama di Indonesia menang tasikmalaya jabar