Advertisement

Adalah lembaga pendidikan Islam yang didirikan oleh seorang ulama besar, Hadratu’ 1-Syaikh Kiai Haji Muhammad Hasyim Asy’ari (1871-1947), pada tahun 1899. Pesantren ini terletak 8 kilometer di sebelah selatan kota Jombang. Tebu Ireng didirikan setelah Kiai Haji Hasyim Asy’ari kembali dari Mekah. Pada tahun 1916 pesantren ini menerapkan sistem pendidikan seperti sekolah umum. Atas prakarsa Kiai Haji Abdul Wahid Hasyim, putra Kiai Haji Hasyim Ary’ari, tahun 1934 didirikan Madrasah Nizhamiyah yang juga memasukkan pengajaran umum termasuk bahasa Belanda yang ketika itu masih diharamkan oleh sebagian ulama.

Sepeninggal Kiai Hasyim Asy’ari, pada tahun 1947 Tebu Ireng dipimpin oleh Kiai Wahid Hasyim. Ketika kemudian Wahid Hasyim menjabat Menteri Agama RIS dan RI (1950-1952), Tebu Ireng dipimpin oleh Kiai Haji Ahmad Baidhawi, iparnya, dan Kiai Abdul

Advertisement

Karim Hasyim, adiknya. Ketika Wahid Hasyim meninggal tahun 1953, kedudukannya digantikan oleh adiknya yang lain, Kiai Abdul Khaliq Hasyim, sampai tahun 1965. Sejak itu Pesantren Tebu Ireng dipimpin oleh Kiai Muhammad Yusuf Hasyim. Sekarang dalam lingkungan pesantren ini berdiri sekolah- sekolah umum, perpustakaan, unit dokumentasi dan pengembangan informasi, serta Bank Rakyat Indonesia. Jumlah santrinya saat ini (1991) hampir 4.000 orang, hampir 1.500 di antaranya tinggal di pondok.

Incoming search terms:

  • apa arti tebu ireng

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • apa arti tebu ireng