Advertisement

Diberikan kepada insan film yang berprestasi tinggi pada suatu tahun. Piala ini biasanya diserahkan dalam suatu upacara oleh panitia Festival Film Indonesia (FFi) yang sejak awal dibentuk secara tetap. Panitia tetap ini setiap tahun menentukan di kota mana upacara penyerahan piala dilakukan. Sebelum penyerahan piala, dilakukan kampanye film nasional.

Piala Citra yang dipakai sekarang ditetapkan bentuknya pada tahun 1973. Bentuk piala Citra ini secara keseluruhan menggambarkan sosok yang memancarkan cahaya keluar; piala dibentuk dari struktur sosok hitam (pada modifikasi bentuk terakhir diubah-menjadi kuning emas) yang terbuat dari logam yang bagian luarnya dilapisi benda transparan putih dan bercahaya terbuat dari paraglas.

Advertisement

Secara sepintas piala Citra tampak sebagai gubahan abstrak, namun sesungguhnya tidak. Sosok hitam dalam lingkungan cahaya itu adalah abstraksi bentuk manusia yang berdiri penuh wibawa. Ia dapat ditafsirkan sedang bersedekap atau sedang bertolak pinggang. Di dada sosok itu terdapat sebuah bulatan emas bertuliskan Citra dan tahun penerimaannya. Sosok ini berdiri di atas landasan bulat kukuh dengan bagian atas agak mencuat bagai Gunung Merapi. Pada bagian paraglas ada lima lekukan. Secara artistik lekukan ini dapat ditangkap sebagai pemanis, tetapi sesungguhnya memiliki makna filosofis, perlambang dari sikap Pancasilais dunia layar perak Indonesia. Lekuk- lekuk itu juga menggambarkan secara simbolis gigi-gigi film.

Pada mula pertama, piala Citra utama (film terbaik) dibuat dengan tinggi 60 sentimeter sedang piala Citra lainnya (pemeran terbaik) dengan tinggi 40 sentimeter. Tetapi karena dirasakan terlalu tinggi ukuran itu diubah menjadi 40 sentimeter dan 30 sentimeter. Dan bagian-bagian tertentu dilapisi emas 22 karat.
Bentuk piala Citra diciptakan oleh pematung Gregorius Sidharta Sugiyo pada tahun 1973 atas pesanan Turino Djunaidi, sutradara dan tokoh penting dalam panitia FFI. Sebelumnya piala Citra berbentuk manusia yang berdiri sambil membentangkan sehelai kain lambang layar putih. Bentuk piala lama ini diciptakan oleh Drs. Suyadi. Ketika diberikan pertama kali, tahun 1973, piala Citra lama terbuat dari tanah liat atau lempung karena sempitnya waktu persiapan. Dan ketika piala Citra baru dipersembahkan tahun 1974, piala Citra lama ditukar dengan yang baru.

Nama piala Citra adalah pilihan Presiden Soeharto dari tujuh nama yang disodorkan panitia FFI. Citra sendiri dapat diartikan bayangan wajah. Setiap penyerahan piala Citra utama selalu diiringi dengan lagu Citra ciptaan Cornel Simanjuntak yang dibuat tahun 1943. Selain piala citra, dalam FFI diserahkan juga piala pendamping seperti piala Mitra (kritik film terbaik), piala S. Toetoer (pembuat poster terbaik), piala Antemas (film terlaris), dll. Bentuk piala pendamping ini pun ciptaan Gregorius Sidharta.

Incoming search terms:

  • pengertian piala citra
  • piala citra adalah
  • piala citra
  • arti piala citra
  • apa itu piala citra
  • apa yg di maksud dgn piala
  • definisi piala citra
  • pengertian dri piala
  • apa artinya piala citra
  • piala artinya

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian piala citra
  • piala citra adalah
  • piala citra
  • arti piala citra
  • apa itu piala citra
  • apa yg di maksud dgn piala
  • definisi piala citra
  • pengertian dri piala
  • apa artinya piala citra
  • piala artinya