PENGERTIAN POLA ORGANISASI MASYARAKAT – Suatu species makhluk hidup bersifat sosial apabila para anggotanya hidup bersama, berinteraksi dan tergantung satu sama lain untuk mempertahankan hidupnya. Manusia adalah makhluk sosial karena mereka hidup bersama dalam berbagai kelompok yang terorganisasi yang kita sebut masyarakat. Namun ini bukanlah khas manusia saja, karena banyak sekali species makhluk hidup yang hidup bermasyarakat, dan pola organisasi masyarakat tersebut tidak terbatas pada species yang disebut lebih maju. Banyak serangga yang hidup bersama dalam kelompok-kelompok sosial yang kompleks, masingmasing anggotanya sangat saling tergantung satu sama lainnya dalam mempertahankan hidup. Ringkas kata, kehidupan sosial merupakan gejala yang sangat umum dalam kehidupan makhluk hidup.

Meski demikian, kehidupan sosial tidaklah terdistribusi secara acak di antara berbagai species makhluk hidup. Status evolusioner suatu species melahirkan hubungan langsung dengan kelaziman pola organisasi masyarakat. Semakin suatu Species bertahan hidup dalam skala kehidupan phylogenetic, semakin besar kemungkinan memperlihatkan kehidupan sosial y(ing terorganisasi. Dengan demikian, walaupun hanya sebagian serangga yang hidup bermasyarakat, kebanyakan binatang mamalia bersifat sosial dan semua primata menjalankan kehidupan mereka dalam kerangka kemasyarakatan.

Namun, adalah kesalah serius, menganggap bahwa masing-masing masyarakat lebah, simpanse dan manusia sama secara fundamental. Sifat khas dari dan dasar berbagai kehidupan sosial menunjukkan perbedaan yang mencolok satu sama lainnya. Kehidupan sosial lebah, semut dan tawon bersifat kompleks dan rumit, tetapi perilaku sosial species tersebut sepenuhnya diatur oleh mekanisme instinktual. Kehidupan sosial serangga terprogram dengan serangkaian respons perilaku yang sudah baku. Belajar sebenarnya tidak berperan sama sekali dalam tindakan mereka.

Deskripsi tentang dasar perilaku sosial semacam itu tidak berlaku bagi primata non-manusia. Sebagai contoh, walaupun kebanyakan kehidupan sosial simpanse ditentukan secara genetik, penelitian baru-baru ini menunjukkan dengan jelas bahwa belajar memainkan peranan yang signifikan dalam perilaku sosial mereka. Peranan belajar dalam hal ini merupakan sebuah ilustrasi dari prinsip umum bahwa semakin besar kompleksitas evolusioner sebuah organisme, semakin besar pengaruh belajar (van der Berghe, 1978).

Prinsip ini membantu memahami dasar kehidupan sosial manusia, karena dalam species manusialah peranan belajar melebihi peranan yang dimainkan faktor-faktor biologis dalam pembentukan perilaku sosial. Tetapi tidaklah cukup sekadar mengklaim bahwa perilaku sosial manusia sangat ditentukan oleh kegiatan belajarnya. Perlu ditegaskan bahwa perilaku manusia dipelajari melalui kebudayaan, dan dengan demikian, masyarakat manusia, berbeda dengan masyarakat berbagai species lainnya, merupakan sistem yang diatur secara kultural.

Filed under : Bikers Pintar,