PENGERTIAN POLA PRODUKSI FEODAL

50 views

PENGERTIAN POLA PRODUKSI FEODAL – Sistem kehidupan ekonomi yang berlaku di Eropa Barat dari sekitar runtuhnya Kekaisaran Romawi sampai datangnya kapitalisme modern, dikenal sebagai feodalisme. Feodalisme merupakan ciri khas masyarakat Perancis, Jerman dan Inggris. Meskipun demikian, feodalisme juga terdapat di belahan lain di Eropa Barat. Unit dasar produksi ekonomi dalam masa feodalisme adalah manor (suatu daerah tertentu biasanya dikelilingi hutan, didalamnya terdapat pemerintahan kecil yang dipimpin seorang bangsawan). Manor dikelola oleh tuan tanah dan digarap oleh sejumlah petani. Rata-rata petani menggarap sekitar 30 are yang sekaligus merupakan tanah tempat tinggal dan pertaniannya. Sedangkan tanah yang dikuasai langsung oleh tuan tanah untuk kepentingannya sendiri disebut tanah pribadi (demesne). Seperti telah dijelaskan pada dua bab sebelumnya, hubungan antara tuan tanah dan petani sangat tidak seimbang dan merugikan petani. Petani harus bekerja pada tuan tanah di tanah pribadi-nya, sementara dilain pihak petani juga harus membayar upeti. Misalnya, petani wajib memberikan hasil-hasil pertanian tertentu dan membayar bea seperti bea penggunaan alat pemeras anggur, tungku pemanas, atau penggiling. Jelaslah bahwa ekonomi feodal adalah salah satu dari sekian banyak pola produksi-untuk-dipakai. Hubungan ekonomi dasar antara tuan tanah dan petani adalah bahwa si petani berproduksi untuk dirinya sendiri dan untuk tuannya. Kehidupan petani yang sederhana dan bersahaja diabdikan untuk menggarap tanah. Begitu pula dengan tuan tanah. Produksi-untukdijual kecil peranannya dalam kehidupan ekonomi tersebut. Walaupun telah muncul pasar, tetapi pasar kurang populer. Oleh karena perkembangan feodalisme, kota-kota bermunculan dan menjadi lebih menonjol. Akan tetapi orang atau kelompok-kelompok yang tinggal di kota tidakbanyakberpengaruh terhadap ekonomi feodal. Ada juga perdagangan, tetapi sampai abad xi dan xii perdagangan masih bersifat lokal. Barang-barang dagangan pun juga masih terbatas.

Sistem ekonomi yang masih sederhana ini berlangsung selama ratusan tahun di Eropa pada abad pertengahan. Tetapi, pada awal abad xiv, sistem ekonomi sederhana memasuki periode krisis yang tak dapat dipulihkan. Krisis telah menyebabkan bangsawan feodal berusaha memperbaiki kondisi ekonomi yang merosot, dengan dua cara:

1. Menyewakan tanah pribadi (demesne) kepada penyewa yang kemudian mengolah tanah tersebut secara kapitalis.

2. Menutup tanah untuk penggembalaan biri-biri.

Bentuk-bentuk baru pengelolaan dan penggunaan tanah ini merupakan akhir dari sistem feodal kuno dan merupakan salah satu gejala awal transisi menuju pola ekonomi kapitalis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *