Simbolisme ritual.

Pengertian political ritual (ritual politik) adalah Sebagai aktivitas formal atau standar yang bi­asanya dilakukan pada waktu dan tempat tertentu, ritual berbeda dengan kebiasaan dan adat dalam hal sifatnya yang simbolis dan dramatis, mengekspresikan dan meng­omunikasikan ide-ide, dan juga sering mengekspresikan perasaan yang kuat. Ini dilakukan melalui adegan simbolis, tindak­an simbolis dan kata-kata simbolis yang menyatukan beragam ide. Sering kali satu simbol dapat mewakili banyak ide, dan interpretasi simbolisme ritual sering kali ambigu. Ritual politik biasanya terjadi di­hadapan publik; apa-apa yang mereka ekspresikan dan komunikasikan biasanya menyangkut, atau membantu membentuk, kepentingan sentral dari mereka yang ber­partisipasi di dalamnya dan mereka yang melihatnya. Dengan cara ini ritual politik dapat membantu menentukan apa-apa yang penting secara politik di dalam suatu ko­munitas, mewakili masa lalu dan masa depannya, dan relasi sosial di dalamnya. (Lihat juga POLITICAL CUITURE).

Masyarakat kapitalis. Pengertian political ritual (ritual politik) adalah

Efek dari ritual politik sulit diperki­rakan tetapi mungkin memberi efek kogni­tif dan emosional, memberikan gambaran stereotipe tertentu dunia sosial dan politik dan gambaran identitas orang-orang yang mendiaminya. Ia juga menunjukkan pe­rasaan yang kuat yang berkaitan dengan gambaran ini, dan sering menimbulkan atau memperkuat loyalitas atau bahkan permusuhan. (Lihat juga IDENTITY.) Pengertian political ritual (ritual politik) adalah Hasil­nya mungkin perpecahan atau persatuan sosial. Ritual politik mungkin bersifat integratif, sebuah alat legitimasi, sebagai alat penanaman dan pengokohan agama sipil, seperti dalam penobatan kerajaan, atau perayaan Memorial Day di AS (lihat Warner, 1959). Ritual ini mungkin juga bersifat konfliktual, seperti parade Pro­testant Apprentice Boys di area Katolik di Irlandia Utara atau mahasiswa China yang mendirikan Patung Kebebasan di La­pangan Tienanmen, atau ritual mungkin menandai, dan karenanya memperkuat, pem­bagian sosial di dalam masyarakat plural, seperti dalam parade etnis atau May Day di dalam masyarakat kapitalis. Mengatakan bahwa ritual politik ada­lah ekspresif bukan berarti menyangkal bahwa ritual itu mungkin dipakai sebagai instrumen atau strategi, entah itu untuk mengonsolidasikan atau melawan kekua­saan, atau untuk mengekspresikan oposisi terbatas terhadap tatanan sosial yang ada. Interpretasinya sering kali menjadi perde­batan. Ritual politik juga tidak bisa diang­gap “hanya sekadar ritual,” sebuah ilusi yang tidak relevan dengan urusan politik “riil.” Pengertian political ritual (ritual politik) adalah Baik itu diktator maupun revolu­sioner jelas percaya pada kekuatan efek ritual politik: bahkan pemimpin rasionalis dalam pemikiran revolusi Perancis meng­anggap penting untuk menciptakan ritual Reason, dan karenanya menghapuskan sim­bolisme Katolik lama (lihat bab tulisan L. Hunt dalam Alexander, 1988). Ritual politik mungkin merupakan aca­ra penghormatan atau festival, seperti peno­batan dan parade. Ritual politik mungkin berupa aktivitas nonritual, seperti pemilu yang kemudian diinterpretasikan sebagai ritual politik. Atau kita mungkin melihat aspek-aspek dari ritual politik di dalam ak­tivitas politik sehari-hari, seperti misalnya sebuah aspek ritual dapat dilihat dalam proses perencanaan anggaran.