PENGERTIAN POTLATCH – Pantai barat-laut Amerika Utara, sebuah kawasan yang terbentang dari California di sebelah utara sampai British Columbia di sebelah utara, baru beberapa abad ini didiami oleh suku Indian yang mempraktekkan adat yang sangat menarik dan tampak ganjil, yang dikenal dengan Potlatch. Potlatch, yang mencapai tingkat perkembangan puncaknya di kalangan suku terkenal yang bernama Kwaikiutl, adalah sebuah pesta pemberian hadiah yang rumit oleh para pemimpin desa sebagai alat untuk mengesahkan dan memperkuat ketinggian status sosial dan politik mereka. Status tertinggi jatuh kepada para pemimpin yang dapat menghadiahkan sebagian besar kekayaannya, dan dengan berbuat begitu akan memaksa pemimpin lain untuk juga memberikan kekayaannya.

Pesta Potlatch berlangsung dengan cara, kurang-lebih, sebagai berikut. Pemimpin suatu kelompok akan mengiimumkan bahwa dia mengadakan pesta Potlatch dan secara terbuka mengundang para pemimpin lain dan pengikutnya beberapa minggu sebelum perayaan besar. Pesta Potlatch yang paling berhasil adalah pesta di mana seorang pemimpirt akan memberikan semua kekayaannya dan, untuk menunjukkan kebes arannya, menu_mp ahkan minyak ke rumahnya dan memb akarnya. Dengan demikian, pesta Potlatch kadang-kadang sangat berlebihan dan ganjil. Keberhasilan pesta Potlatch tidak hanya menghasilkan kebesaran seorang pemimpin, tetapi juga menimbulkan perasaan malu bagi para pemimpin yang datang jika mereka tidak mampu membalasnya dengan pesta Potlatch yang lebih besar. Dengan demikian, para pemimpin yang telah mendapatkan hadiah sangat terdorong untuk mempersiapkan Potlatch yang akan datang, di mana mereka akan dapat membuang rasa malu mereka dan menegaskan kembali kebesaran mereka.

Pesta Potlatch telah menjadi subyek karya teoritis yang berusaha memahaminya. Sebuah teori terkenal yang lebih awal adalah teorinya Ruth Benedict (1934). Dia menyatakan bahwa seluruh kebudayaan Kwakiutl dan suku-suku Pantai Barat Laut yang terkait dengannya adalah produk dari “keinginan-keinginan obsessif, megalomaniak” para pemimpin ( 1934:193): “Seluruh sistem ekonomi pantaibarat-laut terikat untuk melayani obsessi ini”. Tetapi teori yang bersifat psikologis ini secara essensial tidak adekuat sepenuhny. Karena ia tidak memberikan petunjuk untuk memahami kenapa para pemimpin suku di pantai barat laut memiliki kepribadian yang fanatik. Karya ilmiah yang lebih baru berusaha menjelaskan baik kepribadian fanatik tersebu t maupun pesta Potlatch itu sendiri dengan memeriksa kondisikondisi ekoiogis masyarakat pantai barat laut. Salah satu teori yang banyak mendapat dukungan adalah teorinya Stuart Piddocke ( 1965). Sudah menjadi kepercayaan umum bahwa suku-suku pantai Barat laut berada di tengah-tengah kelimpahan material yang luar biasa karena sifat lingkungan mereka yang sangat produktif. Walaupun hanya memiliki teknologi meramu dan berburu, suku-suku ini konon mampu menghidupi jumlah penduduknya yang besar kki.rena lingkungan menjamin kelimpahan yang terus-menerus. Tetapi sebagaimana ditunjukkan Piddocke, gambaran tentang kelimpahan mereka ini sangat menyesatkan. Dia percaya bahwa tingkat kelimpahan itu terlalu dilebih-lebihkan dan bahwa, lebih dari itu, ada variasi regional yang tajam dan fluktuasi musiman dalam sumber daya tanaman dan binatang. Sebagian wilayah mendapatkan lebih dari yang mereka butuhkan, sementara yang lain seringkali menderita kekurangan sumber daya yang cukup gawat; lagi pula, fluktuasi musiman yang tajam berarti bahwa kelompok-kelompok itu tidak selalu dapat memperoleh kebutuhan subsisten yang sudah siap dan tersedia setiap saat. Piddocke ( 1965:247) melaporkan bahwa: “Kelimpahan itu cukup besar untuk menghidupi jumlah penduduk yang lebih besar daripada jumlah penduduk masyarakat pemburu-peramu yang biasa dilaporkan; tetapi penduduk inihidup cukup dekat denganbatas-batas subsistensi karena adanya variasi produktivitas yang berada di bawah normal dan dapat mengancam bagian-bagian penduduk ini dengan lapar dan kematian karena kelaparan”. Meskipun teori Piddocke dapat menjelaskan pesta Potlatch, tapi bagaimana kita menerangkan pesta Potlatch yang kadang-kadang berlebihan itu, misalnya membakar rumah sendiri? Piddocke menyatakanbahwa pesta Potlatch pada mulanya tidak ditandai dengan tindakan yang berlebihan, dan hal itu muncul hanya setelah pengaruh orang Eropa mulai melimpahkan kekayaan yang besar dalam ekonomi pantai barat laut. Sebab lain dari perkembangan yang berlebihan dari bentuk Potlatch yang asli ini adalah penurunan jumlah penduduk yang tajam pada suku-suku pantai barat laut karena penyakit dan penderitaan perang yang disebabkan oleh bangsa kulit putih. Jadi, “kematian yang banyak tersebut membukakan kesempatan yang lebih banyak bagi mereka yang masih hidup untuk menyandang gelar yang mulia” ( Farb,1978 :158 ). Ini melahirkan kompetisi di kalangan para anggota suku untuk menaiki posisi tingkatan yang tinggi, dan pesta Potlatch yang sangat berlebihan adalah akibatnya (Farb, 1978). Dengan demikian, pesta Potlatch pantai barat laut tidak tampak sebagai gejala yang ganjil dan tak dapat dijelaskan sama sekali. Namun, ia lebih merupakan suatu jenis sistem redistribusi yang khas yang mencakup unsur redistribusi murni dan redistribusi parsial sekaligus.

Filed under : Bikers Pintar,