Advertisement

Prinsip akselerator yang menyatakan bahwa investasi merupakan respon terhadap perubahan-perubahan pada output yang secara tidak langsung menekan kapasitas sebenarnya sudah lama ada, namun secara formal perkembangannya baru dimulai manakala muncul kesadaran di kalangan para ekonom bahwa gabungan antara prinsip ini dengan model multiplier bisa membentuk model-model yang lebih baik tentang perilaku ekonomi siklikal. J.M. Clark adalah orang pertama yang mengemukakan adanya kemungkinan itu, namun model formalnya untuk pertama kalinya dikembangkan oleh Lundberg (1937) dan Harrod (1936), disusul oleh Samuelson (1939a; 1939b), Hicks (1949; 1950), Goodwin (1948), dan sejumlah ekonom lainnya yang turut berjasa menyempurnakan modelnya.Bertolak belakang dengan model penggandaan atau multiplier (aliran Keynesian) yang menghubungkan output dengan perubahan-perubahan pada investasi, model-model akselerator menghitung nilai investasi atas dasar perubahan-perubahan pada output.

Untuk memahami investasi, yakni arus pembelanjaan barang-barang modal (capital goods), kita perlu mengetahui seberapa cepat para investor menutup setiap kesenjangan yang terjadi antara stok modal aktual (yang benar-benar ada) dengan stok modal optimal. Jika X kita tetapkan sebagai koefisien penyesuaian yang menghitung seberapa cepat kesenjangan antara stok modal aktual dan optimal itu dapat tertutup. Koefisien X dan a bersama-sama mengaitkan investasi dengan selisih pertama dalam tingkat-tingkat output, dan hal itulah yang disebut sebagai koefisien pemacu atau akselerator, yang dilambangkan dengan V. Dalam tingkat analisis elementer ini pun, pengenalan prinsip akselerator menguak sejumlah implikasi penting. Pertama, investasi netto yang bersumber dari prinsip akselerator akan positif (negatif, atau nol) jika (Y, – Yt l) positif (negatif atau nol). Kedua, investasi netto itu akan turun kalau tingkat kenaikan outputnya berkurang. Di sisi lain, dari tinjauan sederhana ini pun kita dapat melihat kelemahan mendasar dalam konsep akselerator. Pertama, hasil-hasil hitungan di atas hanya berlaku jika investasinya memang ditentukan oleh akselerator, yakni keinginan menambah investasi dalam rangka memperbesar kapasitas output. Itu memang saiah satu motif pokok investasi, namun dalam prakteknya perilaku para investor juga sering dipengaruhi oleh aneka faktor lainnya seperti perubahan perkiraan, adanya teknologi baru. dan sebagainya. Jadi, konsep akselerator ini hanya menjelaskan sebagian motif investasi yang tentunya tidak bisa diandalkan untuk memahami total investasi yang tercipta. Lagipuia, argumen investasi atas dasar kapasitas output seperti ini hanya bertumpu pada model stok modal optimal Untuk mengetahui arus atau perkembangan investasinya, kita masih memerlukan penerapar koefisiensi yang sesungguhnya hanya bisa dibenarkan untuk kasus-kasus tertentu seperti dalam kajian kondisi penawaran investasi barang industri, atau dalam kasus perkiraan investasi tertentu. Tanpa didukung oleh asumsi-asumsi tambahan seperti itu, maka kita hanya bisa mengatakan bahwa I bisa lebih besar atau lebih kecil dari O tergantung pada apakah K, lebih besar atau lebih kecil. Jadi, prinsip akselerator hanya akar. bermanfaat jika dipadukan dengan konsep penggandaan (multiplier).  Masalahnya adalah, meskipun model itu dapat dipakai untuk memahami sebab-musabab terjadinya fluktuasi siklikai berulang-ulang), penerapan konsep V memunculkan taksiran instabilitas ekonomi yang bar biasa besarnya, dan tentu saja tak sesua: dengar, kenyataan sehari-hari. Kelemahan ini dapa: diatasi dengan memadukan akselerator (V) ITU dengan sejumlah determinan investasi yang lazim dalam model-model yang lebih umum dengan penetapan “batas atas” dan “batas bewah fluktuasi pendapatan dalam perhitungannya agar meredam interaksi berlebihan antara akselerator dan multiplier. Namun terlepas dari kelemahan itu. model-model umum akselerator telah terbukti berguna sebagai basis penyehdikan empiris terhadap perilaku investasi.

Advertisement

Incoming search terms:

  • akselerator
  • pengertian multiplier dan akselerator
  • konsep multiplier dan akselarasi
  • teori akselerasi investasi
  • konsep multiplier dan akselerator
  • akselelator
  • Apa itu akselelator
  • apa itu akselerator
  • konsep multiplier dan akselerasi
  • prinsip akselerator dalam ekonomi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • akselerator
  • pengertian multiplier dan akselerator
  • konsep multiplier dan akselarasi
  • teori akselerasi investasi
  • konsep multiplier dan akselerator
  • akselelator
  • Apa itu akselelator
  • apa itu akselerator
  • konsep multiplier dan akselerasi
  • prinsip akselerator dalam ekonomi