PENGERTIAN PRINSIP INTEGRASI SOSIOKULTURAL

25 views

PENGERTIAN PRINSIP INTEGRASI SOSIOKULTURAL – Prinsip integrasi sosiokultural merujuk kepada kecenderungan komponenkomponen pokok sistem sosiokultural untuk menyatu ke dalam keseluruhan sistem yang kurang lebih konsisten. Satu jenis infrastruktur tertentu hanya cocok dengan sejumlah terbatas struktur dan superstruktur. Walaupun tidak mungkin membuat prediksi yang tepat tentang sifat struktur dan superstruktur berdasarkan pengetahuan tentang infrastruktur, adalah memungkinkan untuk mengindikasikan struktur dan infrastruktur yang jarang atau tidak akan pernah terdapat pada infrastruktur tertentu. Sebagai contoh, pemerintahan-pemerintahan yang tersentralisasi tidak pernah ditemukan di kalangan masyarakat pemburu dan peramu, tetapi semua masyarakat industrial modern menerapkannya. Demikian juga, masyarakat yang menopang hidup mereka dengan pertanian sederhana untuk memenuhi persediaan makanan mereka, biasanya memiliki kelompok kekerabatan yang rumit yang disebut clan, tetapi kelompok keluarga semacam itu tidak pernah ditemukan dalam masyarakat industrial modern.

Sebuah cara kompartementalisasi sistem sosiokultural yang berguna adalah pembedaan segitiga antara infrastruktur, struktur dan superstruktur. Infrastruktur berisi bahan-bahan baku dan bentuk-bentuk organisasional yang diperlukan untuk produksi dan reproduksi kehidupan sosial manusia; struktur terdiri dari pola-pola dasar karakteristik perilaku sosial para anggota masyarakat yang teratur; superstruktur terdiri dari berbagai simbol, pemikiran, gagasan dan cita-cita yang dihasilkan oleh para individu sebagai anggota masyarakat.

Evolusi sosiokultural adalah sebuah proses perubahan sosial dengan arah tertentu yang mencakup transformasi bentuk-bentuk sosial lama ke bentuk-bentuk baru. Satu dimensi penting keterarahan evolusi sosial adalah dimensi kompleksitas masyarakat yang semakin meningkat. Namun, ini hanya salah satu dari beberapa dimensi penting lainnya.

Para ilmuwan sosial pada umumnya menggunakan istilah evolusi untuk menunjukkan perubahan besar yang telah terjadi paling tidak pada beberapa masyarakat, tetapi istilah ini dapat juga secara tepat digunakan untuk menunjukkan berbagai transformasi sosial yang unik.

Banyak ilmuwan sosial percaya bahwa evolusi sosiokultural pada dasarnya adalah proses “membuka gulungan” , proses di mana masyarakat melewati tahap-tahap perkembangan ke arah keadaan akhir atau tujuan tertentu. Juga sering dianggap bahwa proses perkembangan ini diduga mencakup kemajuan atau perbaikan dalam kondisi manusia. Tetapi konotasi konsep evolusi sosiokultural seperti ini secara mutlak ditolak dalam buku ini.

Perlu dikatakan, ada tiga jenis perubahan evolusioner yang berbeda-beda: evolusi paralel, divergen dan konvergen. Evolusi paralel meliputi jenis, tingkat dan arah perubahan yang sama dalam beberapa masyarakat; evolusi konvergen terjadi apabila berbagai masyarakat yang berbeda menjadi semakin serupa; dan evolusi divergen terjadi ketika beberapa masyarakat berubah dengan mengikuti cara yang semakin berbeda. Dua jenis pertama nampaknya merupakan jenis yang paling menonjol dalam sejarah manusia .

Tidak semua masyarakat mengalami modifikasi evolusioner. Sebagian masyarakat tidak berubah, bahkan selama ribuan tahun, sebuah proses yang dikenal dengan kontinuitas sosiokultural. Sebagian masyarakat mengalami kepunahan karena penjarahan batas oleh masyarakat lain yang lebih kuat; ini seringkali merupakan akibat dari ekspansi kapitalisme Barat. Kadang-kadang, masyarakat berubahke arah pengorganisasian yang semakin sederhana; proses ini dikenal dengan perubahan devolusioner.

Evolusi sosiokultural adalah sebuah proses adaptif, artinya ia terjadi sebagai hasil dari upaya yang dilakukan orang untuk memenuhi kebutuhan dan hasratnya. Trait-trait sosiokultural yang muncul sebagai hasil adaptasi umumnya menimbulkan pengaruh adaptif yakni, menguntungkan atau lebih baik — terhadap individu yang melahirkannya. Namun, dalam beberapa kasus, adaptasi ternyata juga dapat menimbulkan konsekuensi-konsekuensi maladaptif, paling tidak untuk jangka panjang dan bagi beberapa individu dan kelompok.

Unit dasar adaptasi sosiokultural adalah orang perorangan, bukan sistem sosiokultural. Sistemsosiokultural tidak memiliki kebutuhan, hasrat atau tujuan; hanya individulah yang memilikinya. Karena itu, hanya individulah yang dapat beradaptasi kepada sesuatu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *