Advertisement

Suatu prinsip keturunan yang menghitung hubungan kekerabatan melalui garis ibu. Berdasarkan prinsip ini, kaum kerabat ibu dianggap sebagai anggota kelompok kerabat, sedangkan kaum kerabat ayah berada di luar kelompok kerabat. Dalam hal pewarisan, yang berhak menjadi ahli waris hanya anak wanita saja.

Prinsip matrilineal merupakan perkembangan bentuk sistem kekerabatan matriarchaat, dengan mater atau ibu sebagai pemegang kekuasaan tunggal, yang sekarang sudah tidak ada lagi. Di Indonesia juga ada suku bangsa yang menganut prinsip keturunan matrilineal, misalnya suku bangsa Minangkabau di Sumatra Barat dan suku bangsa Mimika di Irian Jaya.

Advertisement

Suku bangsa Mimika mengenal dua cara pengelompokan secara matrilineal, yaitu pengelompokan yang meliputi tiga generasi dan pengelompokan yang meliputi orang-orang dari satu generasi. Pengelompokan yang meliputi tiga generasi berpangkal pada seorang yang disebut weke atau “ibunya ibu.” Dari nama ini kemudian timbullah sebutan wekepoayti dan wekerepuku. Kelompok kerabat wekepoayti meliputi anak-anak perempuan weke dan para cucu perempuannya. Kelompok kerabat wekerepuku meliputi seluruh saudara laki-laki yang menganggap weke sebagai ibu atau ibu ibu mereka.

Pengelompokan yang meliputi orang-orang dari satu generasi disebut kelompok kerabat peraeko. Kelompok peraeko bukanlah kelompok kerabat dengan anggota yang selalu nyata kerabat, tetapi sering kali juga mencakup kerabat fiktif. Kelompok ini terbentuk karena masing-masing (dalam bagan ditunjukkan dengan angka 1, 2, 3, 4, dan 5) menganggap dirinya sebagai kakak-adik perempuan, karena merasa samasama mempunyai ibu yang sama (atao enakoa). Kelompok kerabat ini tidak menonjolkan dirinya dari kelompok lain, sebab ia tidak mempunyai nama sendiri. Ia hanya tampak sebagai kelompok, karena para anggotanya, yaitu kaoka-peraeko atau para wanita peraeko, mempunyai pola umum untuk bersama-sama bertempat tinggal di satu tempat. Dengan demikian, kelompok peraeko menyatukan beberapa keluarga luas matrilokal, yang karena perkembangannya tinggal terpencar-pencar di beberapa tempat.

Suku bangsa Minangkabau, yang juga berprinsip matrilineal, mempunyai pola yang berbeda dengan masyarakat Mimika. Anggota keluarga di Minangkabau memperhitungkan dua generasi di atas ego laki-laki dan satu generasi di bawahnya, sehingga kelompok kekerabatannya meliputi: ibu ibu; saudara perempuan dan laki-laki ibu ibu; saudara laki-iaki dan perempuan ibu; anak laki-laki dan perempuan ego; anak laki-laki dan perempuan saudara perempuan ibu ibu; anak laki-laki dan perempuan saudara perempuan ego; dan saudara laki-laki dan perempuan ego.

Seorang ayah dalam keluarga Minangkabau dianggap termasuk keluarga lain dari keluarga istri dan anaknya. Demikian juga seorang anak dari seorang laki-laki dianggap termasuk keluarga lain dari ayahnya. Oleh sebab itu, keluarga inti menjadi kabur dalam sistem kekerabatan suku bangsa Minangkabau, karena tidak merupakan kesatuan keluarga yang mutlak, meskipun tidak dapat dibantah bahwa keluarga Inti memegang peranan penting dalam pendidikan dan masa depan anak mereka, dan tidak hanya berfungsi untuk pengembangan keturunan. Pada masyarakat Minangkabau, kesatuan keluarga yang terkecil ialah paruik. Kelompok yang lebih besar, atau yang biasa fcbut klen, adalah suku. Selain paruik dan suku, roereka juga mengenal kelompok kekerabatan yang disebut kampuang, yaitu kelompok yang memisahkan Paruik dengan suku sebagai kesatuan kekerabatan.

Incoming search terms:

  • pengertian matrilineal
  • di minangkabau ayah tidak termasuk keluarga inti artinya
  • menghitung hub hanya melalui kerabat perempuan merupan prinsip
  • apa yang di maxsud dengan matrilineal
  • pengertian prinsip matrilineal
  • pengertin prinsip matrilineal

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian matrilineal
  • di minangkabau ayah tidak termasuk keluarga inti artinya
  • menghitung hub hanya melalui kerabat perempuan merupan prinsip
  • apa yang di maxsud dengan matrilineal
  • pengertian prinsip matrilineal
  • pengertin prinsip matrilineal