Advertisement

POTENTIAL GROSS NATIONAL PRODUCT / PRODUK NASIONAL BRUTO POTENSIAL adalah tingkat maksimum dari OUTPUT riil yang mampu dihasilkan oleh suatu perekonomian pada suatu waktu dengan menggunakan secara penuh semua MASUKAN FAKTOR (FACTOR INPUTS) yang tersedia. Potensi produksi tergantung pada besarnya ANGKATAN KERJA (LABOUR FORCE) dan tingkat rata- rata PRODUKTIVITAS (PRODUCTIVITY) tenaga keija (yaitu, output per tenaga kerja). Tingkat produktivitas itu sendiri tergantung pada teknologi yang ada pada saat sekarang, jumlah PERSEDIAAN MODAL (CAPITAL STOCK) per pekeija, serta RASIO OUTPUT-MODAL (CAPITAL-OUTPUT RATIO). Produk nasional bruto potensial berinteraksi dengan tingkat PERMINTAAN AGREGAT (AGGREGATE DEMAND) untuk menetapkan tingkat produk nasional bruto aktual (actual gross national product) dalam suatu perekonomian. Jika permintaan agregat turun kurang dari PNB potensial pada suatu titik, maka PNB aktual akan menjadi sama dengan permintaan agregat yang menghasilkan suatu KESENJANGAN DEFLASI (DEFLATIONARY GAP) (kesenjangan output) antara PNB potensial dan aktual. Akan tetapi, pada tingkat permintaan agregat yang tinggi (lebih dari PNB potensial), maka PNB potensial menetapkan suatu batas tertinggi pada output aktual, setiap kelebihan permintaan agregat atas PNB potensial akan timbul sebagai suatu KESENJANGAN INFLASI (INFLATIONARY GAP). PNB potensial cenderung akan tumbuh dari waktu ke waktu sebagai akibat dari peningkatan dalam angkatan keija dan produktivitas tenaga keija (lihat SUPPLY-SIDE ENONOMICS). Gambar 133 menunjukkan langkah (hipotetikal) yang diikuti oleh PNB potensial dari waktu ke waktu yang terlihat dalam bentuk garis yang terputus-putus. Tingkat pertumbuhan dari output aktual (PNB) dari waktu ke waktu (PERTUMBUHAN EKONOMI/ ECONOMIC GROWTH), yang dalam gambar ditunjukkan dengan garis tersambung, akan tergantung pada PNB potensial maupun pada tingkat pertumbuhan dari permintaan agregat. Apabila permintaan agregat sama dengan (atau melebihi) PNB potensial, seperti pada titik A dan C dalam gambar, maka sumber-sumber daya perekonomian didayagunakan secara penuh sehingga output maksimum dari barang-barang dan jasa-jasa tercapai. Ketika permintaan agregat turun kurang dari, PNB potensial, seperti pada titik B dan iJ, maka beberapa sumber daya perekonomian dibiarkan menganggur (lihat UNEMPLOYMENT) atau setengah menganggur. Ketika permintaan agregat persis sama dengan PNB potensial, maka terdapat adanya suatu tingkat permintaan agregat keseimbangan pada kesempatan kerja penuh. Dalam praktek, tingkat pertumbuhan PNB potensial sulit untuk diukur. Lihat juga BUSINESS CYCLE.

Incoming search terms:

  • pengertian pnb sebenarnya dan pnb potensial
  • pnb sebenarnya dan pnb potensial
  • pengertian pnb sebenarnya
  • apakah PNB sebenarnya dan PNB potensial
  • pnb sebenarnya
  • pengertian PNB
  • apakah pnb sebenarnya
  • PNB sebenarnya adalah
  • definisi pnb sebenarnya
  • PNB potensial

Advertisement
Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian pnb sebenarnya dan pnb potensial
  • pnb sebenarnya dan pnb potensial
  • pengertian pnb sebenarnya
  • apakah PNB sebenarnya dan PNB potensial
  • pnb sebenarnya
  • pengertian PNB
  • apakah pnb sebenarnya
  • PNB sebenarnya adalah
  • definisi pnb sebenarnya
  • PNB potensial