PENGERTIAN PRODUKSI UNTUK DIPAKAI VERSUS PRODUKSI UNTUK DIJUAL – Semua barang mempunyai dua jenis nilai yang berbeda, yang umum dikenal dengan nilai guna dan nilai tukar. Nilai pakai sebuah barang adalah kegunaannya secara langsung, manfaatnya diperoleh pemakainya ketika ia mempergunal(amlya menurut cara yang diinginkan. Sebagai contoh, nilai guna sebuah sepatu adalah manfaat bagi pemakainya sebagai alat yang melindungi kaki, menjaga kaki tetap hangat dan kering. Demikianjuga, nilai guna sebuah mobil adalah kegunaannya sebagai kendaraan pengangkut. Tetapi sepatu, mobil dan semua benda lainnya juga mempunyai jenis nilai lain yang disebut nilai tukar. Nilai tukar barang-barang ini adalah nilai barang yang akan diperoleh ketika ia dipertukarkan dengan barang lain. Sebagai contoh, jika seseorang setuju memberikan 300 pasang sepatu kepada seseorang sebagai ganti dari mobil, maka nilai tukar mobil dalam situasi ini adalah 300 pasang sepatu. Dengan cara lain, kita dapat mengatakan bahwa nilai tukar sepasang sepatu dalah 1 / 300 nilai tukar mobil. Nilai tukar dapat diperhitungkan menurutbarang berharga yang lain, atau dengart perantaraan medium tukar, yakni uang. Dalam masyarakat kapitalis yang didasarkan kepada pasar, nilai tukar hampir semuanya dikalkulasikan dengan uang, tetapi dalam masyarakat pra-kapitalis nilai tukar barang seringkali tidak dihitung dengan barang lain selain jenis uang.

Walaupun semua barang dalam semua sistem ekonomi mempunyai nilai tukar dan nilai guna, sistem ekonomi itu sendiri cenderung diorganisasikan, terutama, menurut salah satu dari dua jenis nilai ini. Masyarakat pra-kapitalis diorganisasikan melalui berbagai aktivitas di mana produksi barang untuk nilai guna adalah perhatian satu-satunya produsen. Dalam kasus ini, barang diproduksi agar dapat dikonsumsi, bukan agar dapat ditukarkan dengan barang lain. Apabila jenis aktivitas ini mendominasi tindakan ekonomi, maka sistem ekonomi produksi untuk dipakai (production-for-use economy) dinyatakan berlaku.

Sebaliknya, kapitalisme modern , memproduksi sejumlah besar barang terutama untuk nilai tukarnya, untuk sejumlah uang yang akan diberikannya bagi produsen kapitalis ketika barang tersebut dijual di pasar. Tentu saja, barang-barang ini mempunyai nilai guna; kalau tidak, tidak ada orang yang tertarik membelinya. Tetapi ia bukan nilai yang utama. Motivasi kapitalis mo dem untuk memproduksi barang lebih berhubungan dengan nilai tukar daripada nilai gunanya. Dengan demikian, kapitalisme modern adalah suatu ekonomi produksi untuk dijual (production-for-exchange economy) atau ekonomi di mana produksi untuk dijual lebih diprioritaskan dari produksi untuk dipakai. Tidakbisa dibenarkan anggapan bahwa sistem ekonomi produksi untuk dipakai tidak mempunyai nilai produksi untuk dijual. Sebenarnya sistem ekonomi ini juga menjalankan produksi untuk dijual, paling tidak dalam kadar yang kecil. Jelaslah bahwa produksi untuk dijual memainkan peran yang sangat sekunder dalam berbagai jenis ekonomi ini. Tidak bisa dbenarkan juga anggapan bahwa sistem ekonomi produksi untuk dipakai dapat hanya memenuhi kebutuhan subsistensi para anggotanya saja. Sebaliknya, banyak sistem ekonomi kapitalis menghasilkan kekayaan yang sangat besar dan menandai ketidaksamaan ekonomi di kalangan para anggo tanya. Namun, titik tekannya adalah bahwa kekayaan dan ketidaksamaan tidak muncul dari hubungan produksi untuk dijual, tetapi dari hubungan produksi untuk dipakai. Hanya dalam kapitalisme modern terdapat kekayaan dan ketidaksamaan ekonomi yang besar muncul terutama dari hubungan produksi untuk dijual. Masalah penting ini akan dikembangkan secara lebih menyeluruh pada bab selarjutnya.

Filed under : Bikers Pintar,