PENGERTIAN PROGNOSIS GANGGUAN AUTISTIK – Apa yang terjadi pada anak-anak yang mengalami gangguan berat tersebut ketika mereka mencapai usia dewasa? Kanner (1973) melaporkan status di masa dewasa 9 dari 11 anak yang ia gambarkan di artikel pertamanya tentang autisme. Dua orang menderita kejang-kejang epileptik; salah satunya meninggal dan yang lain dirawat di rumah sakit jiwa pemerintah. Empat orang menghabiskan sebagian besar umurnya di berbagai institusi jiwa. Di antara tiga orang terakhir, salah seorang masih tidak berbicara, namun bekerja di sebuah pertanian dan sebagai pesuruh di panti wreda. Dua orang lagi mencapai kesembuhan yang memuaskan. Meskipun keduanya masih tinggal bersama orang tua mereka dan hanya memiliki sedikit kehidupan sosial, namun mereka memiliki pekerjaan yang menguntungkan dan mengembangkan beberapa minat rekreasional.

Berbagai studi pemantauan lain menegaskan gambaran suram mengenai orang-orang dewasa yang menderita autisme . Berdasarkan kajiannya terhadap semua studi yang dipublikasikan, Lotter (1978) menyimpulkan bahwa hanya 5 hingga 17 persen anak-anak autistik yang dapat melakukan penyesuaian yang relatif baik di masa dewasa, menjalani hidup mandiri, namun tetap mengalami beberapa masalah residual, seperti kegugupan sosial. Sebagian besar menjalani kehidupan yang terbatas dan sekitar separuhnya dirawat di institusi mental.

Hasil yang sama juga diperoleh dalam berbagai studi pemantauan yang lebih mutakhir dengan sampel populasi. Secara umum, anak-anak dengan IQ lebih tinggi yang belajar berbicara sebelum berusia 6 tahun mendapatkan hasil terbaik, dan sejumlah kecil di antara mereka berfungsi mendekati normal di masa dewasa. Berbagai studi pemantauan yang memfokuskan pada para individu autistik yang tidak mengalami retardasi mental dan memiliki keberfungsian tinggi mengindikasikan bahwa sebagian besar tidak membutuhkan perawatan di rumahrumah penampungan dan beberapa di antaranya mampu belajar di perguruan tinggi dan membiayai diri sendiri dengan bekerja. Namun, banyak orang dewasa dengan autisme yang mampu berfungsi secara mandiri tetap menunjukkan hendaya dalam hubungan sosial. Fokus Penemuan 15.5 menggambarkan seorang perempuan autistik yang kehidupannya di masa dewasa luar biasa karena prestasi profesionalnya yang bercampur dengan kelemahan sosial dan emosional autistik.

Sebelum disahkannya UU Developmentally Disabled Assistance and Bill of Rights Act pada tahun 1975, anak-anak dengan autisme sering kali tidak diikutsertakan dalam program-program pendidikan di sekolah-sekolah negeri. Oleh karena itu, sebagian besar anak-anak autistik yang dipantau hingga masa dewasa tidak pernah mendapatkan manfaat intervensi pendidikan intensif atau program-program behavioral. Berbagai studi pemantauan lain diperlukan untuk mengetahui apakah prognosis autisme secara umum akan tetap memprihatinkan seperti sebelum pelatihan dan pendidikan bagi orang-orang dengan autisme menjadi perhatian serius masyarakat.

Filed under : Bikers Pintar,