psychoses (psikosis)

Psikosis (jamak: psychoses! adalah istilah abad 19 untuk setiap gangguan mental; namun maknanya di masa sekarang dibatasi pada beberapa gangguan mental tertentu, dimana ada gangguan berat dalam fakultas pikiran dan persepsi. Psikosis juga adalah istilah teknik untuk kegilaan (Frith dan Chill 1994). Gejala psikotik (khususnya khayalan dan halusinasi), yang berbeda dengan gajala syaraf, biasanya dikatakan merupakan perubahan mendasar dalam pengetahuan seseorang tentang dunia (Mullen 1979), dan merepresentasikan suatu “kerusakan dalam uji realitas dan dalam penciptaan realitas baru (APA 1987). Pada psikosis “organik” (sebagian besar dalam bentuk demetia) dikenal sebagai penyebab phisik yang mengakibatkan kemunduran otak. Sedang bagi Psikosis fungsional tidak ada kesepakatan bersama mengenai penyebabnya.

Psikosis fungsional dibagi menjadi sejumlah besar kategori diagnosis, tapi yang paling umum dari sub divisi tersebut adalah “Schizophrenia, gangguan khayalan (delusional), dan psikosis afektif (gangguan afective bipolar, juga disebut depresi kegilaan (manic) serta mania dan depresi dengan gejala psikotik). Klasifikasi diagnostik yang lengkap ada da;am buku standar seperti International Classification of Disease (versi 10) digunakan oleh British Psikiatri (WHO 1992) atau di Amerika. Diagnostic and Statiscal Manual of Mental Disorder (APA 1987; 1994).

Namun dalam pandangan konvensional ini terjadi kontroversi yang hebat. Jangkauan dan sifat gangguan pikiran dan persepsi dalam psikosis masih diperselisihkan; batas antara psikosis dan neurosis dipertanyakan dalam kategori psikosis yang lebih luas, sub divisi diagnosis dari sistem klasifikasi psikiatri kontemporer dan validitas tertentu dari istilah schizophrenia, masih diperdebatkan. Anehnya, dalam konteks perdebatan ini, ketika makna dari istilah-istilah tesebut bertabrakan, psikosis muncul sebagai penjelas dari gotongan gangguan dalam fungsi mental yang relatif netral dihadapan asumsi penyebabnya, dan cukup luas untuk menghindari masalah pembatasan istilah. Untuk sementara hal ini memungkinkan untuk merumuskan aturan ketat diagnosis seperti schizophrenia atau gangguan afective bipolar, dan aturan-aturan ini tidak perlu menggambarkan gejala kehidupan nyata dan dikatakan bahwa, seperti Bentall et al. (1988), aturan diagnostik ini tidak”cleave nature at its joints.” Karena itu dalam kalangan tertentu, khususnya di antara para psikolog ketimbang psikiatri, psikosis adalah kata yang cenderung untuk “schizophrenia” dan mengacu pada gangguan yang telah disebutkan di atas (Claridge 1993).

Gejala kunci psikosis adalah khayalan dan halusinasi. Khayalan (delusion) adalah kepercayaan yang salah. Halusinasi didefinisikan sebagai perasaan tak sadar dalam ketiadaan stimulus, dan bisa terjadi pada panca indera (pendengaran, penglihatan, sentuhan, rasa atau bau). Meskipun diakui tidak begitu bermasalah ketimbang kategori diagnostik seperti schizophrenia, gejala psikosis mengambil bentuk bermacam-macam; khayalan khsusnya, menghadapi masalah definisi.

Penyebab khayalan juga masih diperdebatkan. Menurut psikiatri tradisional, khayalan dianggap muncul dari gangguan berat pada pikiran atau kepribadian dan tidak “dapat dimengerti” secara akal sehat atau empati (Jaspers 1913). Jasper yakin bahwa khayalan terjadi sebagai akibat perubahan fisik pada otak. Psikoanalitik mengajukan alternatif lain, yaitu bahwa gejala psikotik adalah refleksi keadaan tak sadar seseorang yang diproyeksikan keluar dalam bentuk pertahanan primitif karena perkembangan awal individu telah terganggu dengan serius (Hingley 1992).

Pandangan ketiga dari gejala psikotik dan penyebabnya muncul dari karya psikolog dan beberapa psikiater, yang mengambil metode dan model dari psikologi kognitif (Barely dan Hemsley 1994; Oltmanns dan Maher 1988; Slade dan Bentall 1988). Penulis-penulis ini menantang pandangan bahwa khayalan dan halusinasi tidak dapat diterima dalam pemahaman psikologi, bahkan jika penyebabnya dalam beberapa hal bersifat biologis. Mereka menyatakan bahwa gejala psikosis dipandang sebagai suatu kontinum dengan pengalaman normal dan bahwa gangguan dalam pikiran, emosi dan persepsi yang dijumpai pada orang-orang dengan psikosis adalah, setidaknya dalam beberapa hal. pernyataan yang berlebihan dari penyimpangan yang ditemukan di dalam masyarakat umum. Mereka juga berpendapat bahwa gejala-gejala ini mempunyai penyebab beragam dan ada sejumlah rute aetiologis yang berbeda-beda menuju ke keadaan mental yang sama. Karena itu mereka melihat psikosis tidak selalu dapat dibedakan dengan jelas dari neurosis atau normal dan tidak selalu sebaga. pemahaman yang lebih baik dalam dimensi istilah. Pandangan itu mempunyai implikasi bagi terapi psikolog, dan terapi psikologi baru muncul dari pendekatan behavior kognitif yang dikembangkan untuk gangguan syaraf, sebagai tambahan metode terapi yang telah mapan dari pengobatan, adalah pendekatan psikoanalisis (jarang digunakan), dan rehabilitasi.

Incoming search terms:

  • psikosis
  • pengertian psikosis
  • psikosis adalah
  • apa itu psikosis

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • psikosis
  • pengertian psikosis
  • psikosis adalah
  • apa itu psikosis