Advertisement

Dalam astronomi, adalah radiasi yang ditimbulkan oleh partikel bermuatan listrik yang geraknya dipercepat dalam medan magnet kuat. Pancaran semacam ini juga diamati dalam alat pemercepat atom sinkrotron, dan oleh karena itu disebut radiasi sinkrotron. Radiasi ini disebut juga radiasi nontermal untuk membedakannya dari radiasi termal, yaitu radiasi yang disebabkan oleh panas. Radiasi nontermal mudah dibedakan dari radiasi termal karena spektrumnya berbeda. Selain itu radiasi sinkrotron terpolarisasi (arah getaran elektromagnetik-nya tidak acak tetapi cenderung pada suatu arah). Banyak pancaran radio dari antariksa merupakan radiasi sinkrotron, misalnya pancaran dari sisa supernova dan galaksi radio.

Radiasi sinkrotron dari Nebula Kepiting. Nebula Kepiting (Crab Nebula) adalah sisa ledakan supernova yang terjadi pada tahun 1054. Ledakan supernova ini dilaporkan oleh astronom Cina dan Jepang kuno. Sejak awal perkembangan astronomi radio telah diketahui bahwa Nebula Kepiting memancarkan gelombang radio yang kuat. Dengan melihat spektrum pancaran radionya, I.S. Shklovsky dari Rusia berkesimpulan bahwa pancaran radio ini merupakan radiasi sinkrotron. Radiasi ini disebabkan oleh adanya elek-tron berenergi tinggi yang bergerak spiral dalam medan magnet yang kuat. Masalahnya, dari mana asal elektron dengan energi yang sangat tinggi itu? Kala hidup elektron berenergi tinggi tidaklah lama, jadi elektron tersebut tidak mungkin dihasilkan oleh ledakan supernova pada tahun 1054. Pada tahun 1967, F. Pacini membuat hipotesis bahwa sebuah bintang neutron yang berputar cepat di tengah Nebula Kepi-ting dapat menerangkan masalah ini. Energi elektron berasal dari energi kinetik rotasi bintang neutron. Penemuan pulsar (yaitu pemancar radio yang berdenyut dan ternyata adalah bintang neutron yang berputar cepat) memperkuat hipotesis itu.

Advertisement

Incoming search terms:

  • sinkrotron
  • teori radiasi sinkrotron

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • sinkrotron
  • teori radiasi sinkrotron