radicalism (radikalisme)

Meskipun teori-teori sosial dan analisis-analisis filosofis bisa digolongkan radikal, penggunaan modern dari kata radikalisme adalah untuk menggambarkan tantangan politik yang bersifat mendasar atau ekstrim terhadap tatanan yang sudah mapan. Istilah tersebut (dengan huruf R yang mencuat setengah spasi) mulai digunakan pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 untuk menunjukkan faksi politik elit yang berusaha melakukan reformasi parlementer dan reformasi rasionalisasi lainnya, dan menjadi akar Partai Liberal di Inggris. Hampir pada saat yang bersamaan, radikalisme juga dipakai untuk menggambarkan segala macam orientasi politik yang memiliki kesamaan baik dalam analisis terhadap kemelut-kemelut politik yang menuntut kembali ke akar-akarnya, atau pun suatu program yang dideduksi dari prinsip-prinsip pertama. Di bawah tekanan Revolusi Perancis dan berbagai agitasi populer di Inggris, akhirnya perhatian dipusatkan pada mobilisasi aktual tindakan-tindakan radikal bukan sekedar gagasan-gagasan radikal.

Para ilmuwan sosial masih terpecah-pecah dalam tingkat penekanan mereka terhadap pentingnya analisis-analisis rasionalistik itu (misalnya, kesadaran kelas Marxis) dibandingkan dengan sumber-sumber sosial yang lebih langsung dari tindakan-tindakan radikal. Ada dua pandangan konvensional di antara kelompok yang disebut belakangan. Pertama, yang sekarang hampir tidak dipercaya lagi, berpendapat bahwa atomisasi dan marjinalisasi sosial mengeluarkan orang-orang yang terasing dari kancah sosial mainstream untuk melibatkan diri dalam protes-protes yang menunjukkan lebih banyak kesulitan psikologis mereka dibandingkan dengan program serius bagi perubahan sosial. Yang lain (kedua] menekankan kepentingan-kepentingan mendasar di mana posisi umum dalam kaitannya dengan sejumlah faktor eksternal, seperti pasar atau alat-alat produksi, diberikan kepada individu-individu. Kedua pandangan tersebut ditentang oleh temuan-temuan empirik bahwa sejumlah besar organisasi dan ikatan internal diperlukan bagi tindakan kolektif yang radikal. Para aktivis dapat berharap mencapai pengabungan ini melalui upaya-upaya organisasional lebih lanjut, dan mereka sering melihat serikat dagang dan organisasi serupa sebagai perhentian dalam perjalanan menuju organisasi kelas.

Komunitas-komunitas tradisional sejak lama telah menjadi basis gerakan yang lebih radikal dibandingkan dengan kelas atau ikatan-ikatan abstrak lain dan organisasi-organisasi formal mana pun juga. Gerakan-gerakan populer radikal itu (berbeda dengan kelompok radikal “elit di awal industrialisasi Inggris) bertindak atas dasar akar-akar sosial radikal sebagai reaksi terhadap berbagai gangguan Revolusi Industri. Meskipun para anggota komunitas-komunitas ini sering tidak memiliki analisis radikal yang canggih, namun mereka memiliki kekuatan sosial dalam hubungan-hubungan komunal mereka untuk melakukan tindakan bersama melawan penyelewengan-penyelewengan besar dalam jangka waktu lama: sedikit pandangan kompromis terbuka kepada mereka, berbeda dengan para anggota kelas pekerja modern. Jenis-jenis landasan sosial ini tetap sentral bagi gerakan-gerakan radikal di seluruh dunia. Para petani dan petani tradisional lainnya bersama-sama dengan para tukang dan pengrajin membentuk aliran gerakan-gerakan radikal ini.

Revolusi-revolusi sosial, yang paling radikal di antara transformasi-transformasi politik aktual, sudah barang tentu memiliki banyak alasan disamping gerakan-gerakan radikal anti pemerintah. Struktur negara yang melemah karena berbagai konflik eksternal dan perpecahan internal, misalnya, sangat esensial bagi keberhasilan suatu gerakan revolusioner. Di mana saja revolusi-revolusi berhasil, dan mengubah masyarakat bukan sekedar mengganti pemerintahnya, dua jenis kelompok radikal biasanya terlibat di dalamnya. Di satu pihak, ada kelompok revolusioner yang terorganisasi secara kuat, berpandangan ke depan dan relatif canggih. Di pihak lain, pada umumnya juga ada kelompok massa pemrotes dan pemberontak dalam jumlah besar yang bertindak atas dasar penderitaan-penderitaan komunitas lokal dan tradisional mereka. Yang disebut belakangan sangat esensial dalam mendorong terjadinya revolusi dan membuat negara tidak stabil. Namun yang disebut pertama memiliki posisi jauh lebih baik untuk merebut kekuasaan selama transformasi itu.

Setidak-tidaknya di berbagai negara dan organisasi sosial abstrak berskala besar di dunia kontemporer sekarang ini, terdapat paradoks terhadap radikalisme (yang tentu saja bisa berupa sayap “kanan” atau sayap “kiri”). Sebagian besar radikalisme didasarkan atas ikatan-ikatan dan tradisi lokal, yang bila berhasil, akan merusak tradisi dan mengalihkan kekuasaan kepada inti masyarakat dan sistem-sistem kontrolnya yang berskala besar. Hal ini memang bisa terjadi meskipun gerakan-gerakan radikal itu awalnya tidak bermaksud meraih tujuan-tujuan yang terlalu ekstrim seperti halnya [tujuan-tujuan] revolusi. Gerakan untuk menuntut hak-hak sipil di Amerika Serikat bisa berhasil mengakhiri intoleransi dan penindasan lokal [negara bagian] hanya dengan memaksakan peningkatan kekuasaan pemerintah pusat dan penetrasinya ke dalam kehidupan lokal. Namun pada saat yang sama ia tidak dapat mendemokratisasikan komunitas-komunitas lokal dan mempertahankan otonomi mereka sebagaimana dalam pemikiran partisipasi langsung.

Incoming search terms:

  • pengertian radikalisme
  • radikalisme adalah
  • pengertian radikal
  • arti Radikalisme
  • definisi radikalisme
  • apa itu radikalisme
  • Definisi radikal
  • apa yang dimaksud radikalisme
  • macam macam radikalisme
  • pengertian kelompok radikal

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian radikalisme
  • radikalisme adalah
  • pengertian radikal
  • arti Radikalisme
  • definisi radikalisme
  • apa itu radikalisme
  • Definisi radikal
  • apa yang dimaksud radikalisme
  • macam macam radikalisme
  • pengertian kelompok radikal