Advertisement

PENGERTIAN RADIOISOTOP – Inti atom terdiri atas proton yang ber­muatan positif dan neutron yang tak bermuatan lis­trik. Karena proton-proton cenderung tolak-menolak, diperlukan neutron untuk meminimalkan akibat to­lakan itu. Makin banyak proton dalam sebuah inti, makin banyak lagi neutron yang diperlukan untuk menstabilkan inti itu. Jadi bila He-4 stabil dengan dua proton dan dua neutron, pada bismut-209 yang sta­bil terdapat 126 neutron untuk 83 proton. Isotop tak stabil atau radioaktif memancarkan partikel atau ra­diasi, dan disebut radioisotop. Perilaku radioaktif ini adalah dalam usaha inti radioisotop itu untuk menstabilkan diri. Inti tidak stabil karena di tv alamnya ter­lalu banyak proton (kurang neutron), terlalu banyak neutron (kurang proton), atau memang karena kele­bihan energi. Inti yang kelebihan proton dapat mem­buangnya ke luar dalam bentuk partikel alfa (dua pro­ton dan dua neutron sekaligus dibuang), mengubah proton menjadi neutron dan positron, dan kemudian positron itu dibuang ke luar, atau menangkap sebuah elektron dari luar inti untuk mengubah proton men­jadi neutron. Inti yang kelebihan neutron dapat mem­buang ke luar neutron itu, mengubahnya menjadi pro­ton dan elektron, kemudian elektron dibuang ke luar (sebagai sinar beta), membuang deuteron (dua neutron dan satu proton). Inti yang kelebihan energi mem­buang kelebihan itu sebagai sinar gama. Biasanya inti semacam ini adalah hasil suatu reaksi inti yang be­lum sempat membuang kelebihan energinya (misalnya kobalt-60 yang dibuat dari kobalt-59 dengan mena­ruhnya di dalam reaktor pembiak). Inti yang terlalu besar dapat menstabilkan diri dengan membelah.

Semua unsur yang lebih berat daripada bismut (no­mor atom 83) bersifat radioaktif. Unsur-unsur radio­aktif itu meluruh (memancarkan sinar alfa, sinar beta, dan/atau sinar gama) menjadi isotop yang lebih ri­ngan, jadi berubah menjadi unsur yang lain. Terda­pat tiga deret peluruhan yang bermula dari U-238, U-235, dan Th-232. Atom-atom berat ini meluruh menjadi aneka isotop, sampai akhirnya diperoleh iso­top timbel yang stabil. Peluruhan dan radioaktivitas itu dicirikan antara lain oleh waktu paro, yakni waktu yang diperlukan agar separo dari atom-atom itu sem­pat meluruh. Tiap isotop mempunyai waktu paro yang khas. Contoh: waktu paro Ra-226 adalah 1600 tahun. Banyak yang meluruh dengan lebih cepat; ada yang hanya dalam beberapa detik. Isotop yang wakiu paronya sangat pendek hanya bisa terdapat dalam alam karena terus-menerus lahir dari peluruhan isotop lain, yang disebut isotop induk.

Advertisement

Di luar ketiga deret tersebut di atas ada radioiso­top yang lebih ringan daripada bismut. Misalnya kalium-40, rubidium-87, samarium-146, lutesium-176, dan renium-187.

Di samping yang alamiah, dapat diperoleh radio­isotop buatan, yakni dengan menembaki inti atom dengan partikel yang dipercepat, atau membiarkan inti atom menangkap neutron dalam reaktor nuklir. Mi­salnya: natrium-24 diperoleh dengan menembaki natrium-23 dengan deuteron (inti deuterium) yang diper­cepat (deuteron akan memberikan neutronnya kepada Na-23). Dalam reaktor nuklir, Na-23 akan menang­kap neutron dan menjadi Na-24. Yang terakhir ini me­rupakan contoh dari analisis pengaktifan neutron.

Incoming search terms:

  • pengertian radioisotop
  • pengertian radio isotop
  • definisi radioisotop
  • makna radioisotop
  • arti radioisotop
  • arti radiosotop
  • jelaskan pengertian radioisotop
  • teori radio isotop
  • teori teori radioisotop

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian radioisotop
  • pengertian radio isotop
  • definisi radioisotop
  • makna radioisotop
  • arti radioisotop
  • arti radiosotop
  • jelaskan pengertian radioisotop
  • teori radio isotop
  • teori teori radioisotop